Angka Pengangguran Meningkat, BPS Singkawang Lansir Data Ribuan Orang Menganggur

Berdasarkan data yang dirilis secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Singkawang, memperlihatkan peningkatan angka pengangguran yang cukup

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala BPS Kota Singkawang, Suminar Kristiani saat diwawancarai awak media. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Tercatat sebanyak kurang lebih 9.400 warga di Kota Singkawang menjadi pengangguran. Jumlah pengangguran ini meningkat sebanyak 2,47 persen dari jumlah pengangguran sebelum terjadi pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dirilis secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Singkawang, memperlihatkan peningkatan angka pengangguran yang cukup signifikan di Kota Singkawang, khususnya di tahun 2020 saat pandemi Covid-19 dimulai.

Pada tahun 2018 sebelum terjadi pandemi Covid-19, angka pengangguran di Kota Singkawang berjumlah sekitar 7.640 orang dengan persentase 7,75 persen. 

Baca juga: Kota Singkawang Tambah 43 Kasus Terkonfirmasi Covid-19, Total 418 orang

Di tahun setelahnya, pada 2019 angka pengangguran menurun 1,44 persen, hingga berjumlah sekitar 6.960 orang dengan persentase 6,31 persen.

Hingga pada tahun 2020, di saat pandemi menyerang Kota Singkawang, tercatat peningkatan angka pengangguran mencapai 2,47 persen, dimana sekitar 9.400 warga Kota Singkawang menjadi pengangguran dengan persentase 8,78 persen.

Kepala BPS Kota Singkawang, Suminar Kristiani menerangkan, dampak pandemi Covid-19 di Kota Singkawang begitu terasa, hal ini dapat terlihat dari data angka pengangguran yang meningkat di massa pandemi Covid-19.

Peningkatan jumlah pengangguran ini, menurutnya, juga tidak terlepas dari karakteristik Kota Singkawang yang bergeraj di bidang jasa, seperti perdagangan besar, restoran dan bidang jasa lainnya.

"Seperti yang kita tahu, selama pandemi ada pembatasan aktifitas, alhasil bidang-bidang usaha seperti restoran termasuk hotel menjadi terdampak," terangnya.

Meningkatnya jumlah pengangguran ini juga, Suminar katakan, berhubungan langsung dengan terkontraksinya pertumbuhan perekonomian Kota Singkawang yang jatuh di angka minus 2,43 persen di tahun 2020.

"Turkontraksinya Pertumbuhan Ekonomi Kota Singkawang ini juga berdampak dengan meningkatnya jumlah pengangguran serta ekonomi masyarakat menjadi tertekan," tukasnya.  (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved