PRANCIS Ikut-ikutan ‘Panaskan’ Laut China Selatan, Kirim Kapal Selam Nuklir Lewati Selat Sunda

Komandan menambahkan, kapal selam tersebut telah muncul ke permukaan sebelum bergerak melalui Selat Sunda antara Jawa dan Sumatera.

Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA VIA KONTAN.CO.ID
PRANCIS Ikut-ikutan ‘Panaskan’ Laut China Selatan, Kirim Kapal Selam Nuklir Lewati Selat Sunda.Cek selengkapnya di artikel ini Selasa 20 April 2021 /ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Laut China Selatan menjadi wilayah ‘panas’ yang kini kian menyedot atensi dari berbagai negara besar dunia.

Tak hanya ‘perang urat syaraf’ antara China dan Amerika Serikat serta negara-negara Asia Tenggara di kawasan Laut China Selatan atau South China Sea, beberapa negara Eropa juga ‘ikut-ikutan’ terlibat di wilayah laut yang disengketakan dan diklaim sepihak oleh Tiongkok atau China tersebut.

Baru-baru ini, Prancis menjadi satu di antara negara Eropa yang turut mengirimkan armada tempurnya ke wilayah Laut China Selatan.

Dikutip dari laman Kontan.co.id, Prancis telah mengerahkan kapal selam serang bertenaga nuklir ke Laut China Selatan, di tengah kekhawatiran baru atas tindakan agresif oleh Tiongkok.

Baca juga: CHINA Ancam Taiwan ! Tiongkok Siap Mulai Perang Besar Jika Taipei Bersekutu dengan Amerika Serikat

Melansir Kontan.co.id yang merangkumnya dari Express.co.uk, Angkatan Laut Prancis baru-baru ini mengungkapkan kapal selam serang bertenaga nuklir telah kembali dengan selamat setelah melakukan misinya ke Laut Cina Selatan.

Unjuk kekuatan itu terjadi di tengah ketegangan yang memburuk antara China dan negara-negara tetangga di wilayah tersebut atas perebutan kendali sejumlah pulau strategis.

Kapten kapal selam Prancis Antoine Delaveau mengatakan kepada Navy News bahwa kapal selam itu berhasil beroperasi sebagian tanpa terdeteksi.

Dia mengatakan kru telah mengarungi kapal, bernama Émeraude, dengan diam-diam.

Komandan menambahkan, kapal selam tersebut telah muncul ke permukaan sebelum bergerak melalui Selat Sunda antara Jawa dan Sumatera.

Baca juga: CHINA Ancam Amerika Serikat ! Tiongkok Kirim Kapal Induk ke Filipina, Pesawat Bom Nuklir ke Taiwan

Captian Delaveau melaporkan bahwa Émeraude berhasil menyeberangi Laut China Selatan tanpa insiden.

Dia mengatakan kepada Navy News bahwa tujuan kapal selam itu adalah untuk memperkuat perjanjian navigasi internasional dengan "berlayar bebas" melalui laut yang saat ini diperebutkan antara China, Vietnam, dan Filipina serta Malaysia dan juga Brunei Darussalam tersebut. .

Misi itu dilakukan saat ketegangan antara Amerika Serikat dan China meningkat secara dramatis setelah rekaman muncul dari para perwira di atas kapal perang Angkatan Laut AS yang "menguntit" sebuah kapal induk militer China di Laut China Selatan.

Bocor ke media sosial, video tersebut menunjukkan kapal induk militer China, Liaoning, melakukan latihan militer hanya beberapa ribu meter dari kapal AS.

Seorang analis, Lu Li-shih, mantan instruktur di Akademi Angkatan Laut Taiwan, mengatakan foto itu adalah sejenis "perang kognitif" dari AS saat ketegangan di China Timur dan Selatan meningkat.

Baca juga: CHINA Ngotot! 8 Pesawat Tempur Tiongkok Tembus Pertahanan Udara Taiwan | Tantang Sekutu Amerika ?

"Dalam foto tersebut, Komandan Briggs terlihat sangat santai dengan kaki menghadap ke atas kapal Liaoning hanya beberapa ribu meter jauhnya, sementara wakilnya juga duduk di sampingnya, menunjukkan mereka menganggap enteng rekan-rekan PLA mereka," kata Lu Li-shih seperti yang dikutip Express.co.uk.

Dia menambahkan, "Foto yang dipentaskan ini jelas merupakan 'perang kognitif' untuk menunjukkan bahwa AS tidak menganggap PLA sebagai ancaman langsung."

Sementara itu, Andrei Chang, pemimpin redaksi Kanwa Defense Review yang berbasis di Kanada, mengatakan foto itu adalah "peringatan kepada PLA" bahwa AS telah diberitahu secara menyeluruh tentang kelompok serang Liaoning.

Materi di artikel ini juga telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Sempat lewat Selat Sunda, Prancis kerahkan kapal selam nuklir ke Laut China Selatan

Penulis: Ishak

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved