Breaking News:

1200 KK MBR di Kecamatan Pontura Terima Hibah Sambungan PDAM

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa Kecamatan Pontianak Utara merupakan Kecamatan yang menjadi penerima terbanyak hibah sambung

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono membuka sosialisasi program hibah sambungan air bersih APBN 2021 di Aula Kantor Camat Pontianak Utara, Senin 19 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 1200 Kepala Keluarga (KK) Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kecamatan Pontianak Utara mendapatkan hibah sambungan air bersih PDAM dari Pemerintah Pusat. 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa Kecamatan Pontianak Utara merupakan Kecamatan yang menjadi penerima terbanyak hibah sambungan PDAM dari total keseluruhan penerima hibah dari APBN yang berjumlah 2.625 se-Kota Pontianak. 

"Tahun ini ada 1200 MBR dari total 2625 se-kota Pontianak. Jadi kita air bersih ini sambungannya gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Edi Rusdi Kamtono usai membuka sosialisasi program hibah sambungan air bersih APBN 2021 di Aula Kantor Camat Pontianak Utara, Senin 19 April 2021.

Baca juga: Minta OPD Hemat Anggaran, Edi Kamtono: Tahun 2022 Fokus Program Kebutuhan Bukan Keinginan

Menurut Edi, penerima hibah ini ialah berdasarkan survei lapangan terhadap MBR yang rumahnya belum tersambung air bersih PDAM

Edi berharap akhir tahun 2022 cakupan layanan sambungan PDAM bisa mencapai 95 persen ke atas untuk warga Kota Pontianak

"Tarif yang dikenakan bagi mereka penerima hibah air bersih juga lebih rendah dari tarif umum lainnya, yakni Rp800 per meter kubik air yang digunakan lebih murah dibandingkan kita Rp6-7 ribu. Targetnya bulan Juli tahun ini sudah terpasang semua," ujarnya.

"Masyarakat kita minta memanfaatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Masyarakat harus menghemat penggunaan air," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah menerangkan, bahwa program ini sudah berjalan sejak 2015 hingga sekarang. 

Sebagaimana, lanjutnya, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) juga masuk dalam perencanaan hingga 2024 mengikuti RPJMN. 

"Program hibah air bersih bagi MBR ini dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, untuk saat ini cakupan pelayanan air bersih sudah mencapai 85 persen," katanya.

Dengan adanya program MBR ini,  ia mengatakan tentu, sangat membantu untuk mempercepat penambahan sambungan yang secara otomatis menambah cakupan pelayanan. 

"Untuk saat ini kapasitas produksi air bersih masih bisa memungkinkan untuk menambah sekitar 10.850 pelanggan hingga tahun 2022. Dan saat ini Perumda Tirta Khatulistiwa juga tengah mempersiapkan untuk penambahan IPA baru yang direncanakan di Nipah Kuning dan Selat Panjang," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved