Breaking News:

Pengunjung Positif Corona, 3 Warkop Disanksi Tutup 3 Hari untuk Sterilisasi

Total ada 3 warung kopi dari lima tempat yang dirazia oleh Satgas Penanganan Covid-19 sejak hari Kamis, sampai dengan Sabtu malam.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap pengunjung warung di salah satu warung kopi di kota sintang. Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang memberikan sanksi berupa penutupan warung kopi di kota Sintang, pasca ditemukan pengunjung positif corona berdasarkan pemeriksaan rapid test antigen. Sanksi dilakukan Satgas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Total ada 3 warung kopi dari lima tempat yang dirazia oleh Satgas Penanganan Covid-19 sejak hari Kamis, sampai dengan Sabtu malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang memberikan sanksi berupa penutupan warung kopi di kota Sintang, pasca ditemukan pengunjung positif corona berdasarkan pemeriksaan rapid test antigen.

Sanksi yang diberikan berupa penutupan sementara usaha warung kopi selama tiga hari.

Sanksi penutupan dilakukan Satgas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Total ada 3 warung kopi dari lima tempat yang dirazia oleh Satgas Penanganan Covid-19 sejak hari Kamis, sampai dengan Sabtu malam.

Baca juga: Geram! Sudah Hilang Penciuman Masih Nongkrong di Warkop, Sinto : Gak Kasihan Keluarga

"Kita berikan sanksi penutupan sementara selama tiga hari. Kami minta pemilik usaha untuk melakukan sterilisasi dengan desinfektan," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Sintang, Martin Nandung, Minggu 18 April 2021.

Martin menegaskan satgas akan memberikan tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang tidak mematuhi peraturan bupati nomor 60 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

"Sesusi perbup berkaitan dengan kapasitas penempatan tempat duduk melebihi kapasitas 50 persen, kita akan berikan tindakan tegas, kalau tidak diindahkan kita akan lebih tegas lagi kalau mereka tidak bisa mengatur, maka kita yang akan mengatur, selebihnya kita sita dan amankan," tegas Martin.

Menurut Martin, membangun kesadaran masyarakat tidak mudah, perlu waktu, dan juga perlu semangat serta dukungan semua masyarakat.

"Covid ini kan bukan persoalan aparat, bukan hanya satgas, ini tanggungjawab semua masyarakat. Kita punya kewajiban bersama untuk membantu menangani masalah covid," katanya.

Martin menilai, Sintang saat ini sedang menghadapi masalah besar, berkaitan dengan peningkatan angka keterjangkitan virus corona yang melonjak.

"Walaupun sesungguhnya kasus ini bukan hanya di sintsng. Di sintang banyak nampak karena sintang lebih proaktif melakukan tracing sehingga angka meningkat," jelasnya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved