Breaking News:

Upaya Satgas Provinsi Jaga Ketat Pintu Masuk Kalbar, Seluruh Daerah di Kalbar berada di Zona Kuning

Ia mengatakan berkaitan dengan semua daerah di Kalbar yang sudah berada di zona kuning dampak dari strategi yang dilakukan oleh Satgas Provinsi Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan berdasarkan data Kategori kenaikan kasus kabupaten kota Se-Kalbar per 11 April 2021 semua daerah di Kalbar sudah berada di zona kuning penyebaran Covid-19.

Harisson menjelaskan bahwa Zona resiko kabupaten kota Se-Kalbar saat ini sudah berada di zona kuning harus tetap dipertahankan. Jangan sampai kembali ke zona oranye ataupun merah.

“Kita akan tetap mengimbau agar masyarakat tetap prokes. Satgas kabupaten kota juga jangan lengah terus lakukan strategi agar zona sebaran covid-19 tetap kuning. Jangan sampai jatuh ke oranye lagi, maka dari itu kita harus tetap menjaga,”ujarnya,” Kamis 15 April 2021.

Ia mengatakan berkaitan dengan semua daerah di Kalbar yang sudah berada di zona kuning dampak dari strategi yang dilakukan oleh Satgas Provinsi Kalbar untuk menjaga pintu masuk masuk Kalbar.

“Penjagaan kita lakukan dipintu masuk seperti di Bandara dimana setiap penumpang udara wajib membawa PCR negatif masuk Kalbar. Lalu di pelabuhan wajib antigen dan pada saat kedatangan kita lalukan pcr acak,” ujarnya.

Baca juga: Harisson Sebut Tambahan 25 Kasus Positif COVID 19 di Sintang Berasal dari Kluster Keluarga

Sehingga ketika ditemukan kasus positif bisa cepat ditangan dan dilakukan isolasi mandiri maupun dirumah isolasi milik pemerintah.

Tak hanya menjaga pintu masuk udara dan laut, Pemprov Kalbar juga telah membentuk Satgas Khusus Penanganan Covid-19 di Perbatasan Kalbar dimana bertugas untuk menjaga aktivitas keluar masuk di PLBN Kalbar.

“Untuk di perbatasan wajib membawa PCR Negatif sebagai syarat masuk melalui pintu PLBN. Setelah ini akan dilakukan swab ulang oleh pihak KKP untuk di krim ke provinsi. Sambil menunggu hasil mereka menjalani karanti selama 5 hari setah itu di swab kedua kalinya. kalau swab negatif baru boleh pulang,”ujarnya.

Ia mengatakan dari strategi itulah Pemprov Kalbar melalui Satgas Provinsi Kalbar bersama stake holde terkait berhasil menjadikan kalbar berada di zona resiko kuning.

“Kita berhasil menjaga pintu masuk baik udara, laut, dan darat di perbatasan untuk menekan kasus positif dari luar Kalbar,”pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved