Breaking News:

Sehari 3 Pasien Covid Meninggal di Sintang, Satgas Kesulitan Mencari Relawan Penggali Makam

Apalagi, harus sesuai dengan SOP pemakaman, yang mewajibkan petugas makam mengenakan baju hazmat sekali pakai, setelah itu wajib dibakar.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Camat Sintang, Siti Musrikah menyaksikan proses pemakaman warga Sintang yang meninggal akibat corona. Siti hampir tak pernah absen menyaksikan pemakaman jenazah pasien covid-19. Sebagai Camat Sintang, Siti harus memastikan warganya yang menjadi korban keganasan virus corona itu memperoleh pemakaman yang layak, tapi tetap dengan protokol covid. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG  - Camat Sintang, sekaligus Ketua Satgas Penaganan Covid-19 Kecamatan Sintang, Siti Musrikah hampir tak pernah absen menyaksikan pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Dijelaskan Siti Musrikah, sebagai camat, dia menyaksikan langsung proses pemakaman untuk memastikan warganya yang menjadi korban keganasan virus corona itu memperoleh pemakaman yang layak, tapi tetap dengan protokol Covid.

April 2021 menjadi bulan paling memilukan dirasakan Siti. Bagaimana tidak, angka kasus kematian akibat corona melonjak drastis.

Pada Senin 12 April 2021 malam hingga Selasa 13 April 2021 pagi atau kurang dari 24 jam, ada tiga pasien Covid-19 yang meninggal dua.  Semuanya merupakan warga Sintang.

Baca juga: David Sianipar Nyatakan Tidak Ada Lagi Pasien Covid-19 yang Lakukan Isolasi di RSUD dr Rubini

Seingat Siti Musrikah, sejak 19 Maret sampai dengan 13 April ada delapan orang warga Sintang yang meninggal dunia dan dimakamkan sesuai protokol Covid-19. “Sedih, Bang. Pasien meninggal bertambah terus,” katanya kepada Tribun, Rabu 14 April 2021.

Setiap ada informasi pasien meninggal, Siti selalu mengurus proses pemulasaran jenazah di rumah sakit sampai dengan selesai pemakaman. Diakuinya, mengurus jenazah dengan konfirmasi positif Covid-19, tidak lah mudah.

Apalagi, harus sesuai dengan SOP pemakaman, yang mewajibkan petugas makam mengenakan baju hazmat sekali pakai, setelah itu wajib dibakar.

Siti sering kesulitan mengurus penguburan jenazah Covid-19 ketika hari libur. Selain bingung mencari APD, juga kesulitan mencari relawan penggali makam.

“Kami di lapangan merasa kesulitan jika menguburkan jenazah pada hari libur, ke mana mencari APD, akhirnya saya menyiasati meminta ke Dinas Kesehatan agar menyetok APD di kantor. Agar kami tidak kelabakan, karena kami sulit mencari APD kalau hari libur. Bahkan mencari pegawai pun sulit,” kata Siti Musrikah.

Mencari relawan penggali kubur juga tak mudah. Apalagi, pemerintah tidak menyediakan dana untuk para petugas pemakaman.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved