Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Minta Satgas COVID 19 Ikut Pantau Permainan Meriam Karbit

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Arif menyampaikan, terkait tradisi meriam karbit yang memang menjadi tradisi masyarakat sejak dulu biasa digelar seti

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Suasana saat tokoh pemuda kampong Melayu, Yayan tengah mempersiapkan meriam karbit di Waterfront Pontianak, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 14 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Arif menyampaikan, terkait tradisi meriam karbit yang memang menjadi tradisi masyarakat sejak dulu biasa digelar setiap Ramadan.

Arif menyarankan agar masyarakat ketika bermain nantinya mentaati protokol kesehatan secara ketat.

"Tantu kita juga memahami keinginan masyarakat yang merindukan permainan meriam karbit. Namun kita harapkan kepada masyarakat ketika bermain tetap patuhi protokol kesehatan," ujarnya, Rabu 14 April 2021.

Sebagaimana, untuk Ramadan 1442 Hijriyah ini, Pemerintah Kota Pontianak memperbolehkan masyarakat memainkan meriam karbit, namun untuk festival meriam karbit memang ditiadakan.

Baca juga: Wako Pontianak Persilahkan Masyarakat Pesisir Sungai Kapuas Mainkan Meriam Karbit

Dengan diperbolehkannya permainan meriam karbit ini, Arif juga meminta agar satgas Covid-19 Kota Pontianak juga ikut melakukan pemantauan di lapangan.

"Kepada Satgas Covid-19 diharapkan bisa turun lihat situasi dilapangkan, jika ada pelanggaran yang menyimpang, maka satgas Covid-19 mengingatkan kepada masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, jikapun nantinya ada penyimpangan, ia meminta agar teguran yang diberikan Satgas Covid-19 dengan cara yang baik

"Teguran yang baik agar tak timbul kesalahpahaman dikalangan masyarakat. Satgas harus bijak dalam pengamanan," ungkapnya.

Permainan budaya tradisional yang memang sejak dahulu ini, tidak hanya sebatas menghibur saja, namun juga untuk menyemarakkan hari-hari besar.

Dan jika melihat tahun-tahun sebelumnya, pengunjung juga ramai, untuk itu dari bidang keamanan diharapkannya harus juga ketat dilakukan.

"Kalau festival kan tentunya mengundang ramai orang, tapi kalau permainan biasa enggak terlalu. Namun petugas harus siap, baik dari Satpol PP dan Kepolisian. Karena setiap kebijakan pemerintah memang ada yang membakeup," ungkapnya.

"Karena biasanya meriam karbit ini ketika menjelang lebaran itu ramai. Maka kami minta agar masyarakat tetap patuhi Prokes," lanjutnya.

Arif mengatakan, bahwa hal yang harus dilakukan dalam permainan meriam karbit ini ialah, harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk menurunkan kasus covid-19 yakni memakai masker.

Kemudian, kedua ia sarankan agar pengujung bisa diatur jarak dengan membagi jumlah agar tidak berkerumun. 

"Ini untuk menghindari kerumunan. Jadi jangan sampai muncul hal-hal yang menimbulkan kluster baru," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved