Breaking News:

Klenteng Sam San Ket Bong Terbakar, Diduga Karena Lilin

Dia mengaku pertama kali mendapatkan informasi itu dari salah seorang Anggota BPD yang berdomisili di sekitar kelenteng.

Penulis: Ramadhan
Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim Damkar Berjibaku padamkan kebakaran Klenteng Sam San Ket Bong di Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Warga Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah dikejutkan dengan terbakarnya sebuah Klenteng Sam San Ket Bong.

Terbakarnya Klenteng Sam San Ket Bong tersebut terjadi sekitar pukul 00.10 WIB, Selasa 13 April 2021.

Kepala Desa Sungai Purun Kecil, Zainol Bahri, membenarkan terjadinya musibah kebakaran tersebut.

Dia mengaku pertama kali mendapatkan informasi itu dari salah seorang Anggota BPD yang berdomisili di sekitar kelenteng.

Baca juga: Kelenteng Sam San Ket Bong Sungai Purun Kecil Mempawah Terbakar

"Saya pertama kali mendapat informasi dari Anggota BPD yang rumahnya dekat klenteng, jadi saya langsung bergegas ke lokasi," katanya, saat dikonfirmasi Selasa 13 April 2021 sore.

Menurut Zainol, dari informasi yang diperolehnya diduga api berasal dari lilin yang lupa dipadamkan.

Sehingga api membesar hingga melalap barang-barang yang ada di dalam bangunan tempat ibadah tersebut.

“Informasi awal yang kita dapatkan, dugaan api berasal dari lilin. Mungkin ada yang menyalakan lilin dan lupa mematikan sehingga api membakar barang-barang di sekitarnya,” katanya.

Beruntung kata Zainol, kebakaran tersebut segera diketahui oleh pengurus kelenteng dan warga sekitar. Sehingga, mereka bergegas melakukan pemadaman dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (damkar) Sungai Pinyuh dan Purun Besar.

“Sambip menunggu petugas damkar tiba di lokasi, pengurus kelenteng dan warga melakukan pemadaman secara manual, saya juga ikut memadamkan api. Tak lama kemudian Damkar datang dam api berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Kades memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Hanya saja, kebakaran menyebabkan kerugian materil.

Serta menurut Zainol kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Untuk kerugian materil diperkirakan puluhan juta rupiah. Karena, barang-barang yang terbakar seperti peralatan dan kelengkapan ibadah Kelenteng, semua ada nilai harganya,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved