90 Persen Pasien Corona Pelaku Perjalanan, Dinkes Usul Perketat Orang Masuk Sintang

Bahkan, Sinto punya saran bila perlu para penumpang bus dari luar kota Sintang diwajibkan menunjukan hasil swab miniman RT antigen.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mendorong supaya Satgas Penanganan Covid-19 memperketat orang masuk Sintang.

Sebab, berdasarkan hasil penelusuran epidemiologi, 90 persen orang yang terkonfirmasi corona pernah melakukan melakukan perjalanan ke luar kota dan menerima kunjungan orang dari luar Sintang.

“Kami setuju mulai menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Sebab, 90 persen lebih yang konfirmasi akibat melakukan perjalanan atau menerima kunjungan orang dari luar Sintang. Seharunya warga Sintang yang baru melakukan perjalanan dari luar, memiliki kesadaran untuk melalukan tes antigen sendiri,” kata Sinto, Selasa 13 April 2021.

Bahkan, Sinto punya saran bila perlu para penumpang bus dari luar kota Sintang diwajibkan menunjukan hasil swab miniman RT antigen.

Baca juga: Kasus Corona Melonjak di Sintang, Kurniawan Sarankan Berlakukan Jam Malam dan Terapkan Sanksi Tegas

“Saya punya ide, kalau seluruh bus yang masuk ke Sintang, seluruh penumpangnya harus membawa hasil tes swab antigen. Memang dampaknya pada biaya yang mahal, dan orang beralih ke taksi. Kita tidak tahu, taksinya yang mana. Kita perlu melakukan kontrol keluar masuk orang ke Sintang,” sarannya.

Sinto mengungkapkan lonjakan kasus konfirmasi corona terjadi pada bulan April minggu pertama, sampai dengan 177 kasus konfirmasi.

Data pasien yang dirawat di rusunawa per 11 April kemarin, ada 54 orang. Selain itu, Dinkes juga memantau sebanyak 118 orang yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kita bangun gedung satu lagipun pasti akan penuh jika prilaku masyarakat tidak berubah dan tidak mau menjalankan protokol kesehatan. Dulu orang yang positif takut dirawat di rusun, sekarang selalu minta dirawat di rumah sakit dan di rusun. Jam malam warung kopi dan cafe diperketat. Kalau ada bangku di warkop yang lebih, langsung saja ambil kursinya. Kita terlalu ringan memberikan sanksi. Tidak pakai masker hanya suruh nyapu dan nyanyi. Itu sanksi ringan. Kami mendukung penegakan disiplin dan penerapan sanksi,” tegas Sinto. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved