Breaking News:

Dekranasda Kalbar Sinergi Bersama Diskop UKM untuk Terus Promosikan Hasil Tenun Sidan

Ia berharap mudah-mudahan tenun sidan asal Kapuas Hulu Provinsi Kalbar akan terus dikenal supaya tidak di Klaim oleh negara tetangga.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pemotretan bersama Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar, Lismaryani Sutarmidji di Tugu Khatulistiwa belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat bersinergi dengan Diskop UKM Provinsi Kalimantan Barat untuk terus melakukan promosi kerajinan daerah Kalbar diantaranya kain tenun Sidan asal Kapuas Hulu.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji mengatakan bahwa dalam hal ini Dekranasda Provinsi bekerjasama dengan Diskop UKM Provinsi untuk menonjolkan tenun Sidan agar dikenal sampai ke Manca Negara dan menghindari supaya tidak di klaim oleh negara tetangga.

“Kita ingin terus promosikan kain tenun sidan karena kita tidak ingin hasil kerajinan daerah Kalbar diakui oleh negara tetangga. Karena memang kita bertetanggaan dengan Malaysia,” ujarnya, Senin 12 April 2021.

Ia mengatakan sejauh ini mendapatkan support dalam melakukan promosi hasil kerajinan lokal tidak hanya tenun saja, tapi ada produk lainnya.

Baca juga: Dikunjungi Menkop dan UKM, Yanieta Sampaikan Produk Unggulan Dekranasda Kota Pontianak

“Alhamdulillah kita diberi support untuk promosi dan kita dan sudah ada kerjasama dengan desainer untuk mengadakan pelatihan untuk para pengrajin. Tapi kita masih sesuaikan karena kondisi covid-19,”ujarnya.

Ia berharap mudah-mudahan tenun sidan asal Kapuas Hulu Provinsi Kalbar akan terus dikenal supaya tidak di Klaim oleh negara tetangga.

Dikatakannya bahwa tenun sidan harus dilestarikan walaupun bahan bakunya berat dan ukuranya tidak lebar serta dengan waktu pembuatannya membutuhkan waktu sekitar dua hari.

Selain itu untuk SDM khsusnya dalam menenun dikatakannya akan terus bersinergi dengan kabupaten kota lainnya di Kalbar.

“Sejauh ini hasil kerajinan lokal seperti tenun memang agak mahal harganya karena bahan dasaenya memang mahal dan memang permintaan banyak datang dari kalangan seperti di pemerintahan. Semoga tenun sidan ini bisa terus berkembang,”ujarnya.

Baca juga: Sinergi Galeri UMKM Dengan Dekranasda Kalbar, Diskop UKM Kalbar Berikan Binaan dan Pelatihan

Menenun adalah salah satu budaya masyarakat Kalbar yang tentunya harus hidup dalam ingatan generasi muda bangsa Indonesia untuk terus di lestarikan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved