Breaking News:

Sebabkan 5 Pekerja Meninggal Dunia, Polres Bengkayang Amankan Pemilik Pertambangan Tanpa Izin

Berdasarkan keterangan yang didapat, Pelaku memperkerjakan para penambang tersebut dengan menggunakan sistem rombongan

Penulis: Jovi Lasta
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Jovi Lasta
Kasat Reskrim Polres Bengkayang Akp Antonius Trias Kuncorojati. Minggu 11 April 2021. TRIBUN PONTIANAK/JOVI LASTA. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Unit Reskrim Polres Bengkayang telah mengamankan 1 terduga pelaku pemilik penambangan emas tanpa izin yang mempekerjakan kelima korban lonsor tertimbun tanah di lokasi penambangan emas di perbatasan antara Singkawang dan Bengkayang, Minggu 11 April 2021.

Kasat Reskrim Polres Bengkayang Akp Antonius Trias Kuncorojati, mengkonfirmasi bahwa sudah diamankan oleh pihaknya terduga pemilik penambangan emas tanpa izin berinisial (Y) di wilayah perbatasan antara Singkawang dan Bengkayang.

“Kita amankan pelakunya inisial Y dan langsung dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan kita tetapkan Y sebagai tersangka," ungkap Akp Antonius Trias Kuncorojati.

Proses yang sudah berjalan, Ia menyebut kepada pelaku pemilik Peti berinisial Y sudah diamankan dan tindakan pengamanan di Polres Bengkayang hingga saat ini.

Baca juga: Polres Bengkayang Inisiatif Tangani Kasus Meninggalnya 5 Pekerja Tambang di Batas Wilayah

"Kita lakukan penangkapan dan penahanan," ujar Kasat Reskrim Polres Bengkayang ini.

Berdasarkan keterangan yang didapat, Pelaku memperkerjakan para penambang tersebut dengan menggunakan sistem rombongan dan pekerjanya terkonfirmasi 5 orang tertimbun di lokasi penambangan tersebut.

"Untuk para pekerja sendiri, digunakan sistem rombongan. Atas kejadian itu 5 orang pekerja tertimbun," jelasnya. 

Para korban yang disinyalir tertimbun longsor dari area penambangan ilegal tersebut yaitu angga (laki-laki) 37 Tahun asal sambas, Sely (laki-laki) 50 tahun asal pasi pangmilang, singkawang selatan, Minti (laki-laki) 37 tahun asal jangkang, sanggau kapuas, Ono (laki-laki) 36 tahun asal jangkang sanggau kapuas, dan Apin (laki-laki) 36 tahun asal Pontianak.

Cara para pekerja melakukan penambangan emas, dengan melongsorkan tanah menggunakan alat berat.

Kemudian, dari runtungan tanah tersebut, dilakukan penyedotan untuk mendapatkan emas.

Dari pelongsoran tanah yang dilakukan pada hari terjadinya peristiwa yang menewaskan 5 orang pekerja, ternyata tanah yang dilongsorkan sangat besar sehingga para pekerja tertimbun.

Alat berat yang bertugas melongsorkan tanah untuk penambangan juga terjatuh dan tertimbun, tetapi supirnya dinyatakan masih bisa menyelamatkan diri dari peristiwa tersebut. Y Pemilik dari penambangan tanpa izin itupun, juga berada di lokasi.

Kepada pelaku, lanjut Akp Antonius Trias Kuncorojati, dilakukan penahanan dan dijerat dengan Pasal 158 UU Minerba. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved