Jembatan Ambruk, Warga Goa Boma Bersama Babinsa Swadaya Perbaiki Jembatan
Perbaikan sementara jembatan ini dilakukan setelah sebelumnya jembatan yang menjadi satu-satunya akses jalan antara Desa Goa Boma menuju Monterado ata
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Sejumlah warga di Desa Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang bersama sejumlah Anggota Babinsa Koramil 1202-06/Samalantan bergotong-royong memperbaiki jembatan ambruk di Desa tersebut pada Minggu 11 April 2021 pagi.
Perbaikan sementara jembatan ini dilakukan setelah sebelumnya jembatan yang menjadi satu-satunya akses jalan antara Desa Goa Boma menuju Monterado ataupun Singkawang tersebut ambruk akibat hantaman dari luapan sungai yang mengangkut material kayu berberapa waktu lalu.
Kepala Desa Goa Boma, Wilhelmus Amdan mengatakan dalam perbaikan sementara ini, pihaknya dibantu masyarakat setempat dan Babinsa menggunakan batang pohon kelapa dan susunan papan diatasnya agar dapat dilalui kendaraan.
Baca juga: Dewan Dukung Pemkot Singkawang Normalisasi Sungai Tangani Banjir
Rusaknya jembatan ini, dia katakan, menjadi keluhan bagi warga setempat, pasalnya jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan untuk keluar masuk kendaraan dari Desa Goa Boma.
"Masyarakat rata-rata sangat mengeluh, apalagi itu satu-satunya aksea keluar masuk masyarakat Goa Boma," jelas Wilhelmus Amdan kepada wartawan, Minggu 11 April 2021.
Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Bengkayang dapat memberikan bantuan untuk perbaikan jembatan yang lebih baik sehingga jembatan lebih kokoh dan kuat.
Sementara itu, Babinsa Koramil 1202-06/Samalantan Koptu Dirus, yang terjun langsung kelapangan membantu warga memperbaiki jembatan tersebut mengatakan, perbaikan jembatan yang dilakukan ini hanya alakadarnya karena hanya bersumber dari dana swadaya masyarakat dan pengusaha setempat.
"Jadi perbaikan ini hanya perbaikan sementara, yang penting layak untuk dilalui kendaraan roda empat yang sebelumnya tidak bisa melintas," jelasnya.
Koptu Dirus mengatakan, banyak keluhan dari masyarakat Desa Goa Boma yang sampai kepadanya, dimana akibat ambruknya jembatan tersebut mengganggu aktivitas warga setempat termasuk untuk bekerja.
"Mereka kesulitan, karena itu satu-satunya jalan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dd-sfsd-fhfh-ftryrtytryrtytrytr.jpg)