Breaking News:

Ketua PHRI Kalbar Angkat Bicara Tentang Penutupan Sementara Hotel Nusantara Pontianak 

Ia menegaskan kalau memang aturan seperti itu memang sudah diingatkan agar pihak perhotelan harus wanti-wanti benar untuk kejadian seperti itu yang me

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YouTube
Yuliardi Qamal 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua PHRI Provinsi Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal menanggapi terkait Pemkot Pontianak tutup Sementara Hotel Nusantara karena telah 4 kali ditemukan keterlibatan anak-anak Saat Razia Prostitusi Online. 

Ia menegaskan kalau memang aturan seperti itu memang sudah diingatkan agar pihak perhotelan harus wanti-wanti benar untuk kejadian seperti itu yang melibatkan anak dibawah umur. 

Ia menegaskan pihak Perhotelan sudah diimbau dan telah diingatkan untuk tidak dan jangan sampai terlibat terkait prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur. 

“Kalau prostitusi online melibatkan anak-anak marak di Kota  Pontianak bisa jadi beban karena Pontianak mendapat predikat Kota Layak Anak. Kalau ada indikasi seperti itu ada suatu pembiayaran,”ujarnya,Jumat 9 April 2021.

Baca juga: BREAKING NEWS - Berulang Kali Dapati Anak Bawah Umur Saat Razia Prostitusi, Hotel Nusantara Disegel

Ia memastikan anggota PHRI tidak melakukan pembiyaran sejak kejadian kemarin ditemukan beberapa kasus prostitusi online. 

“Jadi mulai tamu kita lihat fisiknya dan diminta KTP nya untuk dilihatkan kalau dibawah umur kita pastikan tidak bisa cek in. Tapi mereka masih curi-curi dengan banyak cara,”tegasnya.

Ia mengatakan banyak trik yang dilakukan kadang masih kecurian anak-anak cek in bisa masuk menggunakan data orang lain dengan macam cara dan tiba-tiba sudah didapati mereka dikamar. Jadi trik yang digunakan beragam.

“Saya juga menjadi GM di Hotel Maestro Pontianak. Biasanya saya akan melakukan swiping. Jadi satpam berkeliling untuk menjaga agar tidak bobol,”tegasnya.

Jadi kalau terindikasi dikamar diisi anak dibawah umur pasti akan langsung dikeluarkan tidak lagi timbang rasa. Karena sudah diwanti untuk jangan sampai terkesan bisnis perhotelan membiarkan ini.

“Itu sudah jadi peringatakan karena sudah empat kali terlibat prostitusi online. Jadi Pemkot ambil tindakan tegas dari pemerintah sampai terjadi penutupan,”ujarnya. 

Ia mengimbau agar seluruh anggota PHRI Se-Kalbar untuk melakukan lpemeriksaan kepada tamu yang menginap terutama tamu dibawah umur untuk menjadi suatu penekanan yang lebih kuat jangan sampai terkesan melakukan pembiayaran. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved