Breaking News:

Dampingi Mahfud MD dan Tito Karnavian Launching Gerbangdutas di Aruk, Berikut Pernyataan Sutarmidji

Dikatakan Sutarmidji, saat ini Kalbar mempunyai 14 kabupaten/kota dan 174 kecamatan serta 2.031 desa.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Sutarmidji saat menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menghadiri acara Gerbangdutas tahun 2021 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat 9 April 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Saat ini sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Provinsi Kalbar.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji di hadapan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menghadiri acara Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) 2021 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Jumat 9 April 2021. Sutarmidji juga  berkomitmen mendorong desa-desa yang ada menjadi desa mandiri.

Ia mengatakan, Gerbangdutas 2021 dengan Inpres nomor 1 patut didukung karena Kalbar mempunyai panjang batas mencapai 972 KM dengan rencana akan ada 5 PLBN di Kalbar. Satu di antaranya yakni PLBN Aruk yang sudah beroperasi.

Dikatakan Sutarmidji, saat ini Kalbar mempunyai 14 kabupaten/kota dan 174 kecamatan serta 2.031 desa.

Sedangkan wilayah yang masuk daerah perbatasan di Kalbar terdiri dari 5 kabupaten, 14 kecamatan, 4 kelurahan serta 166 desa.

Baca juga: Mendagri Harap PLBN Aruk Bisa Jadi Pintu Ekspor Indonesia

“Alhamdulillah per 2020 sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal di perbatasan dan hanya tersisa desa tertinggal sebanyak 35 desa. Insya Allah kita akan upayakan semaksimal mungkin di perbatasan untuk menjadi desa mandiri semuanya,” ujarnya.

Ia mengatakan, apa yang menjadi keluhan masyarakat akan cepat ditangani semuanya.

Sebelumnya Sutarmidji mengatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pemprov Kalbar menduduki urutan keempat dan sekarang sudah berada di urutan kedua setelah Kaltim. Pada Triwulan pertama dijelaskannya bahwa Kalbar surplus ekspor dan impor lebih dari 250 juta US Dolar.

“Mudah-mudahan terus meningkat dan kita harapkan dengan operasionalnya Pelabuhan Kijing diperkirakan PDRB Kalbar bisa menjadi yang tertinggi,” jelasnya.

Karena dikatakannya ekspor CPO di Kalbar bisa mencapai 2,4 juta ton yang memang sebelumnya aktivitas ekspor hanya melalui Badau sehingga tidak tercatat. “Kita harap mudah-mudahan PLBN Aruk bisa menjadi pintu ekspor,” ucapnya.

Kemudian dari sisi pariwisata, Gubernur Sutarmdiji mengatakan Temajok, Kabupaten Sambas sangat potensial menjadi tempat wisata.

“Temajok memiliki pantai yang indah dengan panjang 42 KM tanpa putus dengan terumbu karang dan lobsternya yang baik. Maka dari itu potensi menjadi salah satu tujuan wisata,” jelasnya.

Bahkan dikatakannya justru yang lebih banyak mempromosikan adalah pihak Malaysia. “Kita harap kita juga bisa mempromosikan karena saat libur bisa sampai 3.000 pengunjung yang datang dari Malaysia ingin ke Temajok,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya kordinasi yang telah dibangun untuk wilayah perbatasan dapat meningkatkan kesejateraan masyarakat khsususnya Sambas dan umumnya Kalbar.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menkopolhukam dan Mendagri disambut dengan pantun sebagai wujud dari budaya Melayu Kabupaten Sambas.

Bupati Atbah mengatakan Inpres No 1 tahun 2021 merupakan kabar gembira bagi Kabupaten Sambas dan Kalimantan Barat.

Oleh karenanya, dia minta kepada masyarakat dan pemerintah provinsi untuk bisa ikut mendukung pembangunan wilayah perbatasan sebagaimana semangat Presiden Joko Widodo yang ingin memajukan daerah perbatasan.

"Sesuai dengan Inpres No 1 tahun 2021, tentang percepatan pembangunan wilayah perbatasan RI-Malaysia di PLBN Aruk. Maka dengan ini ditandai pembangunan wilayah perbatasan," ujarnya, Jumat 9 April 2021.

Kedatangan Menkopolhukam dan Mendagri, kata Atbah, mesti disambut dengan baik.

"Ini kabar yang menggembirakan bagi kita, karena ini bentuk perhatian presiden kepada Kabupaten Sambas terkait dengan upaya memajukan perbatasan RI-Malaysia," tuturnya.

Sementara itu Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, dia dan rombongan bersyukur bisa berkumpul di PLBN Aruk guna me-launching Gerbangdutas.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai media untuk menyatukan kesepakatan kita membangun perbatasan negara," ujarnya.

Menurut Mahfud, pembangunan Gerbangdutas sudah sesuai dengan isi alenia ke-empat Undang-undang Dasar 1945.

Dan, sesuai dengan semangat Presiden Joko Widodo yang hendak membangun Indonesia mulai dari pinggiran.

"Dengan ini, maka kita yakini sebagai upaya menjaga keutuhan NKRIdengan aspek keutuhan teritori atau batas-batas dan aspek yang kedua adalah keutuhan ideologi," ungkapnya.

Mahfud mengajak BNPP baik dari pusat sampai daerah harus merasa memiliki dan menjadikan ini tugas mulia sebagai penyelenggara tugas negara di perbatasan.

"Membangun Indonesia dari perbatasan merupakan komitmen kita dalam upaya pembangunan nasional di perbatasan. Dan ini menjadi pedoman wajib dalam mengimplementasikan pembangunan wilayah perbatasan secara terukur dan terpadu dalam koordinasi BNPP yang di pimpin oleh Kemendagri," tegas Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Disisi lain, kata dia, pembangunan daerah perbatasan adalah bagian dari rencana strategis Pemerintah Pusat tahun 2020-2024.

Karena dalam mengelola wilayah batas negara kata Mahfud pembangunan perbatasan merupakan sebuah upaya untuk penegasan wilayah batas negara.

"Selain itu juga merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan dan keamanan, penegakan hukum dan kesadaran politik atas kedaulatan negara. Sehingga diharapkan bisa terjadi pemerataan pembangunan di daerah perbatasan. Dan untuk Sambas diharapakan bisa membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru," katanya.

Mahfud mengatakan, launching Gerbangdutas 2021, di PLBN Aruk adalah upaya pemerintah untuk membangun wilayah perbatasan agar lebih baik.

Dijelaskan dia, Sambas adalah satu kabupaten yang dalam teori pertahanan disebut sebagai daerah Prontis atau yang berhadapan lansung depan negara lain.

"Kami hari ini melakukan peluncuran pencanangan gerakan pembangunan terpadu daerah perbatasan tahun 2021. Daerah perbatasan kita adalah daerah prontis yang berhadapan lansung dengan negara lain," katanya.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan, meski Gerbangdutas adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Namun kedepan mereka akan terus meningkatkan pembangunan di wilayah perbatasan.

"Pencanangan Gerbangdutas ini adalah kegiatan rutin tahunan, tapi kita ingin lebih dari itu. Kami dari BNPP memastikan akan serius menggarap ini, karena bapak Presiden sangat serius membangun daerah perbatasan," ujarnya, Jumat.

Dijelaskan dia, Indonesia adalah negara yang kompleks dengan garis perbatasan yang sangat panjang di dunia.

"Karena mengingat garis pantai dan batas kita terpanjang di dunia, maka Presiden membentuk badan tersendiri yaitu BNPP. Ada tugas penting yang ditugaskan pertama adalah menyelesaikan sengketa daerah perbatasan seperti di Kalimantan, NTT dan beberapa provinsi lainnya," katanya.

"Kedua adalah karena ingin semua perlintasan baik orang dan barang terkontrol maka di bentuk PLBN dengan harapan jalan tikus tidak ada lagi, karena resikonya sangat tinggi," tegasnya.

Ia menuturkan, ke depan hadirnya PLBN di perbatasan RI-Malaysia juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Selain itu, kata dia, sesuai dengan keinginan presiden, PLBN khususnya Aruk diharapkan agar bisa menjadi gerbang ekspor produk-produk unggulan Indonesia.

"PLBN ini oleh Presiden tidak ingin hanya jadi pos lintas batas, beliau ingin ada bagian-bagian dan kawasan pendukungnya. Yang inti di kelola dengan baik, dan kawasan pendukungnya jadi pusat ekonomi yang bisa memberikan suplly kepada masyarakat dan juga kepada daerah tetangga (ekspor-Red)," ungkapnya.

"Karenanya kita melalui Kemenlu masih membahas agar bisa dilakukan ekspor-impor antara Indonesia dan Malaysia," tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, mereka akan memilah dan memilih mana-mana nantinya Kecamatan yang ada di perbatasan akan di prioritaskan untuk di bangun sampai dengan akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo di tahun 2024.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved