Breaking News:

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie Bersama Aparat Akan Maksimalkan Patroli PETI

Dia juga berharap pihak keamanan yang berkwajiban agar bisa berpatroli lebih intens agar musibah seperti ini tidak terjadi kembali.

TRIBUNPONTIANAK/RIZKI KURNIA
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie angkat bicara terkait musibah yang menewaskan lima penambang di batas wilayah Singkawang - Bengkayang pada Kamis 1 April 2021 lalu, akibat tertimbun longsor dikawasan tempat para korban tengah bekerja.

Tjhai Chui Mie mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan stakeholder terkait akan memaksimalkan patroli pengawasan dan sosialisasi terkait Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kota Singkawang maupun disekitarnya.

"Kami bersama-sama dengan pihak keamanan untuk bisa patroli dan mengontrol kegiatan-kegiatan ilegal (PETI,-red) yang dilakukan masyarakat kita, meskipun didaera tetangga," kata Tjhai Chui Mie kepada awak media, Jumat 9 April 2021.

Baca juga: Lima Penambang Meninggal di Batas Wilayah Singkawang-Bengkayang, Tjhai Chui Mie Berbelasungkawa

Dia juga berharap pihak keamanan yang berkwajiban agar bisa berpatroli lebih intens agar musibah seperti ini tidak terjadi kembali.

Sementara itu, Lurah Sagatani, Muhammad Naziri mengatakan, berdasarkan informasi yang dia terima, seluruh korban sudah berhasil ditemukan dan sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing.

"Setau saya info yang didapat, semua korban sudah diambil keluarga mereka dan semua bukan warga kita (Sagatani,-red)," terang Naziri saat dikonfirmasi wartawan Tribunpontianak.

Belakangan diketahui, kelima korban tersebut merupakan pekerja yang berasal dari Sanggau, Pontianak, Sambas serta Singkawang. (*)

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved