KPPAD Kalbar Jabarkan Hasil Temuan Dugaan Prostitusi Libatkan Anak di Hotel Nusantara Saat Razia

Alik mengungkapkan, pada tahun 2021 ini, pihaknya bersama kepolisian dan Satpol PP sudah 4 kali melekukan razia di hotel tersebut dan mendapati sejuml

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Komisioner KPPAD Kalbar Alik R Rosyad, 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Atas  sanksi penyegelan sementara hotel Nusantara oleh Pemerintah Kota Pontianak lantaran 4 kali ditemukan dugaan praktik Prostitusi yang melibatkan anak, Komisioner KPPAD Kalbar Alik R Rosyad yang turut dalam proses penyegelan memberikan apresiasi.

Alik mengungkapkan, pada tahun 2021 ini, pihaknya bersama kepolisian dan Satpol PP sudah 4 kali melekukan razia di hotel tersebut dan mendapati sejumlah anak dibawah umur yang diduga terlibat prostitusi di dalam kamar hotel.

"ini terkait temuan kami dan Pemerintah Kota Pontianak bahwa Hotel ini sudah 4 kali dalam tahun ini saat kami melakukan razia, di Bulan Januari, dua kali di bulan  Februari, dan satu kali di akhir maret, dalam aktivitas itu kami mengamankan pertama 8 anak, kemudian 17, berikutnya 6 orang, dan terakhir 21 anak, walaupun kita amankan itu 21 anak, tetapi itu ada yang sempat kabur,'' ungkap Alik.

Baca juga: BREAKING NEWS - Berulang Kali Dapati Anak Bawah Umur Saat Razia Prostitusi, Hotel Nusantara Disegel

Dikatakan Alik,  bila dari pihak hotel mengatakan sudah menerapkan SOP (Standar Operasional Pelayanan), berarti saat ini ada SOP yang dilanggar, dan dinilainya pihak hotel telah  lalai dalam menjalankan SOP.

"Pada razia itu kita menemukan ada dalam satu kamar itu sampai 8 orang, tentu ini ada kelalaian dalam menjalankan SOP,''katanya.

Atas penyegelan ini, ia berharap ini dapat menjadi peringatan bagi hotel dan tempat penginapan lain untuk dapat bersama - sama mencegah prostitusi khususnya yang melibatkan anak.

Disisi lain, pihak pemilik hotel yang saat itu juga menemui Satpol PP dan Dinas terkait enggan memberikan komentar apapun perihal penyegelan sementara ini, pihaknya menerima seluruhnya keputusan dari Pemerintah Kota Pontianak. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved