Breaking News:

Bupati Landak Segera Terbitkan Surat Edaran Pelaksanaan Ibadah Selama Ramadan

Untuk mengatur pelaksanaan ibadah di bulan suci ramadhan 1442 Hijriah, Bupati Landak akan segera menerbitkan Surat Edaran yang nantinya menjadi dasar

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Untuk mengatur pelaksanaan ibadah di bulan suci ramadhan 1442 Hijriah, Bupati Landak akan segera menerbitkan Surat Edaran yang nantinya menjadi dasar sekaligus panduan pelaksanaan ibadah bagi umat islam di kabupaten Landak pada saat melaksanakan Ibadah.

Hal ini disampaikan Karolin mengingat saat ini Indonesia dan Dunia masih dilanda Pandemi COVID-19.

"Bagi yang akan menyambut Bulan Ramadhan dan Idul Fitri dalam waktu dekat akan ada Surat Edaran Bupati yang mengatur pelaksanaan ibadah dalam rangka bulan Ramadhan dan berkenaan dengan sholat Idul Fitri," ujar Bupati pada Jumat 9 April 2021.

"Sekitar Senin sudah disosialisasikan kepada Organisasi Keagamaan, Tokoh Agama, tempat Ibadah dan masyarakat," sambung Karolin.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Binmas Polres Landak Gencar Sosialisasi SE Menag dan Fatwa MUI

Diungkapkan Karolin bahwa surat edaran yang akan diterbitkan ini mengacu pada surat edaran Menteri Agama Nomor 3 tahun 2021 tentang panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah ditengah Pandemi COVID-19. Dirinya meminta agar semua pihak dapat bekerjasama saat pelaksanaan ibadah dibulan ramadhan supaya tetap berjalan aman. 

"Kami sebagai pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melaksanakan ibadah dirumah ibadah, tetapi dengan catatan tolong bertanggungjawab untuk menjaga protokol kesehatan sehingga saya memerlukan kerjasama dari seluruh masyarakat," ujarnya.

"Kita minta kades, Kapolsek , danramil dan seluruh pengurus masjid serta tokoh masyarakat untuk mengawasi dan mengatur masyarakat secara baik agar ibadah terlaksana, protokol kesehatan terlaksana semuanya aman dan sehat," pinta Karolin.

Khusus pelaksanaan salat Idul Fitri nantinya Karolin meminta untuk dilakukan simulasi terlebih dahulu guna memastikan apakah tempat ibadah sesuai untuk menampung ummat yang melaksanakan ibadah dan mengikuti protokol kesehatan.

"Nah yang jadi soal shalat Idul Fitri, karena itu tidak bisa dibuat gantian. Maka nanti Saya minta camat membuat simulasi berkaitan dengan sholat Idul Fitri," ujarnya.

"Saya ingin semuanya bisa menjalankan ibadah, tapi Saya juga ingin jangan sampai ada penambahan kasus dan Kita ingin setelah lebaran itu tetap senang-senang, jangan sampai setelah hari raya Kita lalu sibuk mengurus yang sakit, Kita semua tidak ingin seperti itu," terang Karolin.

Terakhir Bupati Karolin mengatakan dirinya tidak pernah melarang masyarakat untuk tidak beribadah di tempat ibadah, tetapi ketika berada di tempat ibadah harus mengikuti aturan pemerintah dengan melaksanakan protokol kesehatan.

"Selama tidak ada kasus, tempat ibadah boleh dibuka baik gereja maupun masjid, namum harus dengan standar protokol kesehatan dan kapasitasnya dibatasi 50 persen dari jumlah kapasitas biasanya. Pelaksanaan ibadahnya dilakukan dengan jadwal bergantian untuk ke tempat ibadahnya, misalnya hari ini Rt berapa yang boleh ke tempat ibadah dan besoknya gantian rt yang lain lagi. Untuk yang datang ke tempat ibadah juga wajib melaksanakan protokol kesehatan," pesan Karolin (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved