Breaking News:

Ridwansyah Jabarkan Tiga Opsi Keberangkatan Jemaah Haji Kalbar

Namun dikatakannya saat ini Pemerintah masih menggunakan tiga opsi terkait keberangkatan haji yang sama seperti pada tahun 2020.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Kepala Kemenag Kalbar, Ridwansyah usai melakukan audiensi bersama Pengurus LPTQ Kalbar dengan Gubernur Kalbar di Ruang Praja 1 Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (11/8/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Ridwansyah mengatakan secara resmi belum ada instruksi pusat terkait pelaksanaan perjalanan Umroh dan Haji di tahun 2021.

“Saat ini kami masih menunggu arahan. Saya pikir teman-teman di travel masih menghitung berapa biaya tambahan untuk penerapan prokes. Intinya ini baru di mulai tapi kepastian secara resmi belum ada terkait syarat perjalanan,” ujarnya,Kamis 8 April 2021.

Ia mengatakan Surat resmi terkait perjalanan umroh maupun haji tahun ini belum diterima oleh Pemerintah daerah.

Menanggapi terkait mulai Ramadhan 2021, Arab Saudi memperbolehkan perjalanan umroh untuk orang yang sudah disuntik vaksin covid-19.

Baca juga: Ratusan Jemaah Haji Laksanakan Vaksinasi Dosis Kedua, Kemenag : Belum Ada Jadwal Pasti Keberangkatan

Dikatakannya sejauh ini untuk surat resmi terkait hal tersebut belum disampaikan kepada daerah.

“Namun kita tetap mendorong dalam mengatasi Covid-19 kita semua wajib mengikuti vaksinasi termasuk para calon jamaah haji yang juga bisa ikut divaksin. Jadi ketika nanti Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota keberangkatan haji kita sudah siap dari segi persyaratannya,” jelasnya.

Namun dikatakannya saat ini Pemerintah masih menggunakan tiga opsi terkait keberangkatan haji yang sama seperti pada tahun 2020.

Adapun ketiga opsi tersebut yang Pertama, jemaah diberangkatkan dengan kuota penuh. Kedua, jemaah diberangkatkan dengan kuota terbatas.

Ketiga, jemaah batal diberangkatkan jika pemerintah Arab Saudi tidak memberikan kuota kepada pemerintah RI.

“Jadi kita masih gunakan tiga opsi dengan keberangkatan dengan kuota full, kuota setengah dan tidak adanya berangkat tapi kalau seluruh calon jemaan sudah divaksin paling tidak bisa untuk melindungi diri,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved