Breaking News:

Kadisdukcapil Pontianak Jelaskan Kemudahan Pelayanan KTP Elektronik

Kalau ada yang bersifat urgen dan mendesak misalnya orang sakit, untuk BPJS dll maka masih bisa dibantu karena tugas kita melayani masyarakat

YOUTUBE TRIBUN PONTIANAK
Kepala Disdukcapil Kota Pontianak, Erma Suryani. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak, Erma Suryani menjelaskan tentang pelayanan KTP-el di Disdukcapil Kota Pontianak.

Hal yang mendasar ia sampaikan terkait persyaratan utama untuk melakukan pendaftaran secara online.

Syaratnya melampirkan foto copy Kartu Keluarga dan sudah melakukan perekaman foto, sidik jari dan iris mata, ia mengatakan jika belum melakukan perekaman, maka harus merekam terlebih dahulu.

"Setelah perekaman, pengiriman data, data yang baru direkam langsung dikirim ke data center untuk dilakukan pengecekan data kemudian untuk dilakukan proses penunggalan data ( status PRR). Jika data terkirim statusnya misalnya duplikat rekord, maka tidak bisa dicetak," ujarnya

Baca juga: Sudah Daftar Online, KTP Tidak Bisa Dicetak, Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lebih lanjut dijelaskannya, jika sudah melakukan perekaman dan sudah dicetak kemudian ingin mencetak ulang disebabkan ada perubahan data bisa dilakukan.

Namun jika hilang maka yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan kehilangan dari kepolisian.

Syaratnya enggak susah yang penting daftar secara online dan bisa diakses melalui website resmi dukcapil http://online.disdukcapil.pontianakkota.go.id

Pada link tersebut, warga dapat memilih menu dan juga bisa memilih waktu kedatangan hari tanggal dan jam kedatangan ke Dukcapil dan silahkan datang ke Dukcapil dengan membawa bukti notifikasi sms yang dikirim ke handphone yang bersangkutan agar diperlihatkan ke petugas di Kantor Dukcapil.

Sedangkan untuk pengambilan percetakan KTP dalam satu KK masih bisa diwakilkan. Namun jika yang mengambil dan mendaftar berbeda namanya dalam daftar antrian online dan ybs tidak dalam KK yang sama maka tidak bisa langsung dicetak perlu pengecekan data oleh Kasi identitas penduduk. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pengurusan KTP-el yg dilakukan oleh pihak lain.

"Kalau ada yang bersifat urgen dan mendesak misalnya orang sakit, untuk BPJS dll maka masih bisa dibantu karena tugas kita melayani masyarakat," ujarnya.

Keinginan dan harapan kita adalah untuk dapat memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat terkhusus di era digitalisasi dan di tengah pandemi covid-19 namun tetap menjaga protokol kesehatan serta menjaga agar tidak terjadi kerumunan.

Ia menerangkan dalam setiap harinya Disdukcapil Kota Pontianak menargetkan kuota KTP-el sebanyak 350 yang dibagi menjadi tiga waktu layanan, pada pukul 08.00-10.00 sebanyak 125 orang dan pada pukul 10.00-12.00 WIB sebanyak 115 orang, sedangkan pada pukul 13.00-15.00 WIB sebanyak 110 orang. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved