Breaking News:

Coffee Morning Sejumlah Pejabat Kalbar di Kejati Kalbar, Bahas Penanganan dan Pencegahan Karhutla

Kegiatan coffee morning yang di hadiri Gubernur Kalbar H Sutarmidji, Kepala Kejati Kalbar DR Masyhudi, Kapolda Kalbar  Irjen Pol. Remigius Sigid Tri H

TRIBUNPONTIANAK/Hadi Sudirmansyah
Kegiatan coffee morning yang di hadiri Gubernur Kalbar H Sutarmidji, Kepala Kejati Kalbar DR Masyhudi, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Remigius Sigid Tri Hardjanto danPanglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad yang diwakili Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, S.Sos., 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah pejabat utama Kalimantan Barat gelar coffee morning di Kejaksaan Tinggi Kalbar terkait penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada Kamis 8 April 2021 pagi di Aula Kejati Kalbar

Kegiatan coffee morning yang di hadiri Gubernur Kalbar H Sutarmidji, Kepala Kejati Kalbar DR Masyhudi, Kapolda Kalbar  Irjen Pol. Remigius Sigid Tri Hardjanto danPanglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad yang diwakili Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, S.Sos., 

Di helat Gubernur Kalbar, Kajati Kalbar, Kapolda Kalbar dan Kodam XII Tanjungpura menjadi narasumber dalam acara Coffee Morning dalam rangka membahas upaya pencegahan kebakaran dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalbar.

Baca juga: Kapolres Kapuas Hulu Hadiri Coffee Morning yang Diadakan Kajati Kalbar Secara Virtual

Hadir sejumlah Kadis LHK Prov. Kalbar dan jajaran, para Bupati dan Walikota serta para pelaku usaha di bidang kehutanan, perkebunan dan pertambangan.

Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama dalam acara tersebut menyampaikan, penanganan Karhutla di Kalbar, Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa adalah bentuk nyata upaya Kodam XII/Tpr membantu pemerintah untuk penanganan Karhutla dalam bingkai Desa Mandiri.

Untuk itu, Kodam XII/Tpr telah menyiapkan personel sejumlah 1.556 orang personel beserta Alkap di satuan masing - masing dalam rangka pencegahan Karhutla di wilayah Kalbar. 

Selanjutnya juga menyampaikan, untuk menekan terjadinya Karhutla di wilayah dengan mengoptimalkan peran Babinsa yang telah tergabung dalam Tim Terpadu untuk melaksanakan Sosialisasi serta Edukasi dan patroli pada wilayah yang rentan terjadi Karhutla.

"Oleh karena itu, dalam pencegahan Karhutla sinergitas seluruh Unsur  Penthahelix sangat menentukan keberhasilan pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah," ujarnya.

"Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, perusahaan dan pemerintah untuk dapat saling bahu membahu menciptakan kondisi bebas api di wilayahnya masing-masing," ungkap Kasdam.

Sedangkan sebelumnya Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, mengungkapkan, bahwa membiayai pemadaman api akibat adanya Karhutla itu, tidak sedikit dana yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Perlu biaya yang sangat mahal. (*)

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved