Breaking News:

Awan Mammatus di Langit Kalbar, Berkaitan Dengan Badai Petir Hingga Harus Dihindari Pesawat Terbang

Terlihat dari foto dan Vidio di dunia Maya, awan kelabu itu berbentuk tonjolan - tonjolan bulat, lonjong mengarah kebawah yang menyerupai payudara.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Penampakan awan Mammatus yang bentuknya menyerupai Panyudara di langit wilayah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, Rabu 7 April 2021. file BMKG 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sempat Viral di media sosial kemunculan awan yang menyerupai bentuk payudara di Kota Sinjai, Sulawesi Utara, pada 2 April 2021 lalu, awan dengan bentuk serupa ternyata kini terlihat di langit wilayah Kalimantan Barat.

Terlihat dari foto dan Vidio di dunia Maya, awan kelabu itu berbentuk tonjolan - tonjolan bulat, lonjong mengarah kebawah yang menyerupai payudara.

Terkait awan yang viral tersebut, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Sutikno menjelaskan bahwa awan tersebut biasa disebut awan Mammatus, dan pada 7 April 2021 sekira pukul 15.00 WIB, awan tersebut terlihat di langit wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Dijelaskannya, Berdasarkan ketinggian, awan mammatus yang terlihat di Kabupaten Kubu Raya termasuk jenis awan menengah dengan tinggi dasar awan sekitar 3.000 hingga 4.000 meter, dimana Awan ini terbentuk dari pecahan awan cumulonimbus.

Baca juga: Gumpalan Awan Menyerupai Gelombang Tsunami Terjadi di Kalbar Gegerkan Warga, BMKG : Itu Awan Arcus

"Pada pukul 14.00 telah terbentuk awan Cumulonimbus di sekitar Kabupate Kubu Raya. Awan ini menghasilkan hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sebagian Kabupaten Kubu Raya. Awan hujan ini terus bergerak menuju ke arah timur dan sebagiannya pecah menuju ke arah barat. Pecahan awan Cumulonimbus yang bergerak ke arah barat inilah yang terlihat terdapat bentuk tonjolan,"papar Sutikno menjelaskan.

Awan Mammatus sendiri dikatakannya merupakan bagian dari awan Cumulonimbus yang berkaitan dengan badai petir di suatu wilayah.

"Awan mammatus berkaitan dengan badai petir karena merupakan bagian dari awan Cumulonimbus, namun awan Cumulonimbus tidak selalu menimbulkan hujan lebat, petir dan angin kencang," tutur Sutikno.

Awan mammatus biasanya terasosiasi dengan awan comulonimbus aktif, dimana awan mammatus terjadi saat udara di lapisan awan turun ke udara yang jernih di bawahnya dan tetesan awan yang menguap, dimana biasanya awan ini juga merupakan bagian dari awan kumulonimbus, serta Pembentukannya merupakan pembentukan awan Cummulonimbus (Cb) itu sendiri.

"Setelah awan Cb terbentuk, karena aktifnya proses konveksi (pergerakan keatas-kebawah udara basah dalam Cb menjadikan Cb makin tumbuh membesar) di dalam Cb sehingga dasar anvil awan Cb yang awalnya relatif halus terdorong-dorong oleh proses konveksi tadi menjadikan dasar anvil awan membentuk tonjolan menggelantung (seperti payudara) awan Cb,"paparnya.

Kemudian, Terbentuknya di bagian bawah awan Cb di mana terjadi perbedaan 'suhu, kelembaban, dan tekanan udara' yang sangat besar dalam waktu singkat.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved