Breaking News:

Sukrianto: Terkadang Murid Kami Kebanjiran

Bahkan kata dia, tidak jarang siswa-siswi belajar kebanjiran jika sedang hujan dan pulang lebih awal karena kondisi yang tidak memungkinkan.

TRIBUNPONTIANAK/M WAWAN GUNAWAN
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Mis) Nur Maliki, Dusun Parit Rabu, Desa Kuala Pangkalan Keramat, Kecamatan Teluk Keramat, Sukrianto, S.Pd, saat di wawancarai Rabu 7 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Mis) Nur Maliki, Dusun Parit Rabu, Desa Kuala Pangkalan Keramat, Kecamatan Teluk Keramat, Sukrianto, S.Pd mengatakan memang selama ini sekolah Mis Nur Maliki di Dusun Parit Rabu, Desa Kuala Pangkalan Keramat, Kecamatan Teluk Keramat, masih dibawah izin operasional dari Mis Nur Maliki, Selakin, Desa Tigadu, Kecamatan Galing.

Hal ini kata dia, karena beberapa alasan mengapa sekolah itu belum bisa berdiri sendiri. Salah satunya adalah karena belum memenuhinya jumlah minimal siswa yang di syaratkan.

Kata dia, meski sekolah ini sudah sejak lama ada namun kondisinya sangatlah sederhana. Dimana lantainya pun masih beralaskan tanah, sejak awal berdiri setelah mendapat tanah hibah beberapa waktu lalu.

Bahkan kata dia, tidak jarang siswa-siswi belajar kebanjiran jika sedang hujan dan pulang lebih awal karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Baca juga: BEM IAIS Sambas Gelar PKM di Dusun Parit Rabu

"Kalau sekolah ini sudah lama, tapi kalau bangunan sekolah ini baru, dan sebelum ada sekolah ini, kami numpang di rumah warga. Kalau menempati bangunan ini setelah dapat hibah tanah kurang lebih empat tahun," ujarnya, Rabu 7 April 2021.

"Kondisinya lebih memprihatinkan lagi dari ini, karena kita numpang di rumah warga. Nah kalau berkaitan dengan bantuan sering kami usulkan, tapi memang yayasan induk ada di Desa dan Kecamatan yang berbeda-beda jadi itu juga jadi salah satu kendala," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Atbah Apresiasi Dua Perda Inisiatif dari DPRD Sambas

Dijelaskan dia, sekolah induk yang ada di Selakin, Desa Tigadu pun tidak terlalu jauh berbeda. Hanya saja kata dia, sedikit lebih baik dari segi bangunan dan lainnya dari sekolah cabang yang ada di Desa Kuala Pangkalan Keramat.

Lebih lanjut dia menuturkan, mereka sampai membuka cabang di Desa tersebut sebelumnya adalah karena inisiatif warga. Oleh karena lokasi ke sekolah yang jauh, maka di buka sekolah cabang di Dusun Parit Rabu.

Dari segi siswa kata Sukri, jumlahnya pun terbilang ramai. Dari jelas 1-6 Mis Nur Maliki, jumlahnya mencapai 48 orang, dan ada yang sekarang sedang ikut ujian Nasional, di sekolah induk.

"Kami melaksanakan belajar mengajar ini dengan baik walaupun ditengah keterbatasan, karena memang semangat murid-murid kami lebih besar dari kami. Mereka kadang datang lebih dulu dari kami, meski hujan," tuturnya.

Dalam hal pembelajaran dan lainnya kata Sukri, mereka tidak membedakan. Semuanya diajar dengan baik, dan diberikan kesempatan yang sama dalam menimba prestasi baik didalam maupun diluar sekolah.

"Tidak ada pembedaan dengan sekolah induk dan cabang ini. Kami sama ratakan, baik itu dalam masalah prestasi dan perlombaan juga kami ikut sertakan," tutupnya. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved