Breaking News:

Hampir Tertimpa Reruntuhan Palfon yang Ambruk, Airni Masih Merasa Trauma

Staf Tenaga Lepas Pelayanan Dinas Perpussip Mempawah, Syarifah Airni yang saat itu menjadi saksi mata ambruknya plafon, mengaku saat kejadian masih st

TRIBUNPONTIANAK/Ramadhan
Tampilan ruang lobi dan pelayanan publik di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan (Perpussip) Kabupaten Mempawah, seusai plafonnya ambruk. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Plafon ruang lobi dan pelayanan publik di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan (Perpussip) Kabupaten Mempawah, tiba-tiba ambruk, Rabu 7 April 2021, sekitar pukul 11.55 WIB.

Kejadian itu Tribun dapati saat melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Staf Tenaga Lepas Pelayanan Dinas Perpussip Mempawah, Syarifah Airni yang saat itu menjadi saksi mata ambruknya plafon, mengaku saat kejadian masih stand by di meja transaksi peminjaman dan pengembalian buku.

“Saat kejadian saya masih bekerja di meja peminjaman dan pengembalian buku. Pukul 11.55 WIB, saya mendengar suara berderak di atas kepala saya. Lalu saya melihat ke atas, plafon itu tampak bergerak. Begitu suaranya makin keras, saya langsung lari,” ujar Airni, saat dikonfirmasi, Rabu 7 April 2021 sekitar pukul 18.40 WIB.

Baca juga: Plafon Ruang Pelayanan Perpussip Kabupaten Mempawah Ambruk, Diduga Karena Sudah Dimakan Waktu

Dalam hitungan detik, Airni melihat plafon langsung ambruk menimpa meja kerjanya dan kursi serta ruang lobi pelayanan publik.

Dikatakannya juga, dirinya merasa bersyukur karena cepat sadar dan tidak terlena melihat plafon yang bergerak dan mulai menimbulkan bunyi retakan.

"Alhamdulillah, saya masih Allah berikan keselamatan, dan cepat sadar, tidak terlena melihat plafon yang mulai bergelombang dan hendak runtuh pada saat itu," katanya.

Disebutkannya, dari kejadian hingga saat ini, dirinya masih merasa shock dan terkejut akan kejadian yang hampir menimpa dirinya.

“Sampai saat ini saya masih sedikit shock, Alhamdulillah saya bisa menghindar saat plafon itu ambruk,” katanya.

Akan tetapi, dirinya juga mengaku bersyukur ruang lobi dan pelayanan publik itu sedang sepi pengunjung.

“Saya tak bisa membayangkan jika lagi ramai-ramainya pengunjung, tiba-tiba plafon itu ambruk. Syukur lah lagi sepi,” tukasnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved