Breaking News:

Dissos P3AKB Sanggau Lakukan Sosialisasi Alur Pengaduan Kasus kekerasan Anak Perempuan

Kegiatan itu diikuti kaum perempuan yang tergabung sebagai Serikat PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga), Perangkat Desa dan beberapa aktivis muda.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama usai kegiatan pendidikan sadar hukum dan sosialisasi alur pengaduan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 7 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DinsosP3AKB) Kabupaten Sanggau menggelar kegiatan pendidikan sadar hukum dan sosialisasi alur pengaduan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 7 April 2021.

Kegiatan itu diikuti kaum perempuan yang tergabung sebagai Serikat PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga), Perangkat Desa dan beberapa aktivis muda.

Dalam kesempatan itu, Kasi Perlindungan Perempuan, DinsosP3AKB Kabupaten Sanggau, 
Nani Aprianingsih menjelaskan terkait bagaimana alur pengaduan dan penanganan kasus serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Baca juga: Fransiskus Ason Ungkap Pembangunan Jalan Provinsi di Sanggau Capai Puluhan Milyar

“P2TP2A itu melekat di Dinas, merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan layanan bagi masyarakat terutama perempuan dan anak untuk tindak kekerasan. Ada tiga divisi didalamnya yakni pencegahan, pelayanan dan pemberdayaan,” katanya.

Divisi pencegahan berkaitan dengan fasilitasi perempuan dan anak dalam keterampilan dan kemandirian. Divisi pelayanan berkaitan dengan pemantauan dan konseling bagi perempuan dan anak korban kekerasan, melakukan pelayanan medis, medicolegal, pendampingan dan perlindungan psikososial dan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Kemudian Divisi pemberdayaan berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan dan memberikan reintegrasi sosial dan ekonomi.

"Bagi masyarakat yang tahu ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak silakan datang ke kantor kami atau menghubungi pendamping di nomor telepon 0811-5759-996 atau hubungi saya di nomor 082255192652,"tegasnya.

Nani menambahkan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sanggau terbilang cukup tinggi.

“Adanya pendidikan sadar hukum ini kita harapkan agar masyarakat mengerti hukum yang berlaku. Serta tahu harus kemana melakukan pengaduan bila mengalami ataupun melihat kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved