Breaking News:

BBTNBKDS dan KPP Kapuas Hulu Studi Banding ke Tiga Provinsi

Kata Arief Mahmud, sehari sebelum keberangkatan menuju Jakarta, tim studi banding diberikan pembekalan dari BBTNBKDS.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Rapat persiapan studi banding dilaksanakan oleh BBTNBKDS ke 3 lokasi diantaranya BKSDA Jawa Barat-TN Gunung Ciremai-TN Gunung Merapi, BKDSA Sumatra Utara-TN Gunung Leuser, dan ( BKSDA Nusa Tenggara Barat-TN Gunung Rinjani. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Dalam peningkatan pengelolaan dan pengembangan pariwisata alam, dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat di wilayah Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Balai Besar TNBKDS telah bekerjasama dengan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, untuk menyelenggarakan kegiatan studi banding.

Kepala Balai Besar TNBKDS, Arief Mahmud menyatakan, kegiatan studi banding akan dilaksanakan di 3 lokasi diantaranya BKSDA Jawa Barat-TN Gunung Ciremai-TN Gunung Merapi, BKDSA Sumatra Utara-TN Gunung Leuser, dan ( BKSDA Nusa Tenggara Barat-TN Gunung Rinjani.

"Pelaksanaan kegiatan studi banding ini telah didasarakan pada Surat Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Nomor : S.124/PJLHK/TU/KSA.3/3/2021 tanggal 23 Maret 2021," ujarnya kepada, Rabu 7 April 2021.

Dijelaskannya, kegiatan studi banding direncanakan pelaksananya selama 6 hari. Dalam kegiatan studi banding peserta melibatkan masyarakat desa yang berasal dari Bidang PTN Wilayah I mataso, Bidang PTN Wilayah II Kedamin, dan Bidang PTN Wilayah III Lanjak.

Baca juga: Jelang Ramadhan Pemda Kapuas Hulu Akan Sidak Sembako

"Jadi masing masing peserta dari masyarakat desa berjumlah 12 orang berasal dari Kelompok Pengelola Pariwisata (KPP) dan didampingi oleh 6 orang pegawai BBTNBKDS," ucapnya.

Kata Arief Mahmud, sehari sebelum keberangkatan menuju Jakarta, tim studi banding diberikan pembekalan dari BBTNBKDS.

"Diharapkan, semua tim dapat memanfaatkan studi banding ini sebaik-baiknya, pelajari semua bentuk pengelolaan ekowisata di masing-masing destinasi pada lokasi studibanding, untuk itu setiap peserta harus menyiapkan catatan harian hasil kunjungan yang akan dilaporkan selesai studibanding dilakukan," ujarnya.

Arief juga mengingatkan kepada peserta studi banding dalam rangka menghidari Terinfeksi dan penyebaran Covid-19, agar selalu menerapkan dengan ketat protokol kesehatan selama pelaksanaan studi banding.

"Kita harus tetap waspada dan menaati protokol kesehatan," ungkapnya.

Kabid Teknis Konservasi TNBKDS, Ardi Andono juga berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat yang terselibat sebagai peserta nantinya dapat meningkatan dan menggali potensi kekayaan alam.

"Yang nantinya dapat menciptakan kondisi pemanfaatan hutan secara lestari, dan bermanfaatan secara sosial ekonomi bagi masyarakat kawasan TNBKDS," ungkapnya.

Sementara itu Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno menyatakan, dalam pengembangan dalam menggali potensi wisata diperlukan waktu yang cukup lama.

"Seperti halnya pada waktu itu ketika saya ditugaskan di Taman Nasional Leuser, di daerah tangkahan. Saat ini Tangkahan menjadi potensi wisata yang bernilai ekonomis tinggi khususnya bagi masyarakat," ujarnya.

Wiratno juga mendorong pengelolaan kawasan hutan bersama masyarakat untuk mengelola potensi sumber daya alam khususnya pemanfaatan jasa lingkungan bidang pengembangan ekowisata alam di masing-masing destinasi yang ada di Danau Sentarum maupun Betung Kerihun.

"Saya berharap semua peserta harus membawa buku catatan untuk dan mencatat segala bentuk temuan yang diperoleh di lokasi. Buatkan catatan lapangan dan laporkan langsung pada pada saya," ungkapnya. (*)

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved