Breaking News:

Satgas COVID 19 Kalbar Larang Masyarakat Buka Puasa Bersama Selama Ramadan di Tempat Umum

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan sebaiknya bukber dilaksanakan di rumah bersama keluarga inti.

TRIBUNPONTIANAK/File Tribun
Kadiskes Kalbar, Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat melarang masyarakat buka puasa bersama atau bukber di hotel, restoran, rumah makan serta tempat tempat umum lainnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan sebaiknya bukber dilaksanakan di rumah bersama keluarga inti.

“Sebab kalau sudah bukber bersama teman, relasi, kolega pasti prokes tidak akan dilaksanakan,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 6 April 2021.

Ia mengatakan alasan kenapa Bukber dilarang sebab saat ini kasus covid-19 di Kota Pontianak meningkat begitu juga di  beberapa daerah lain yang ada di Kalbar.

Baca juga: DMI Ketapang Pastikan Seluruh Masjid Dibuka pada Ramadan Tahun Ini

Hal itu terjadi dikarenakan sebagian besar masyarakat sudah tidak disiplin dalam melaksanakan prokes dan pemerintah kabupaten kota lengah atau sudah kendor untuk mengingatkan masyarakat dalam menerapkan prokes.

“Beberapa kabupaten kota juga sudah kendor dalam melakukan testing dan tracing. Untuk itu satgas melarang pelaksnaan bukber di hotel atau tempat umum lainnya,”jelasnya. 

Dikatakannya bahwa diyakni dengan adanya bukber masyarakat akan lupa dalam menerapakan prokes sudah pasti mereka akan membuka masker pada saat makan dan akan mengobrol satu sama lain sambil berdekatan.

Tak hanya itu saja penyediaan alat alat makan yang dipakai bersama misalnya alat untuk mengambil makanan akan menyebabkan terjadinya transmisi virus dari seseorang ke orang lain melalui media pengambil makanan tersebut. 

“Lewat media itu dapat menyebabkan tertularnya seseorang dari orang lain melalui media alat pengambilan makanan tersebut,”ujarnya.

Selain itu dikatakannya duduk berkumpul bersama saat makan dengan teman, kolega atau relasi akan menyebakan mereka lupa untuk jaga jarak antar satu sama lain. 

“Semuanya akan menyebabkan tingkat risiko penularan virus corona di acara bukber tersebut menjadi tinggi,” tegasnya.

Baca juga: Wakil Wali Kota Pontianak Nilai Pandemi Membuat Angka Kemiskinan Pontianak Meningkat Dua Kali Lipat

Harisson juga menyoroti perayaan resepsi pernikahan yang sekarang dilaksanakan di rumah -rumah, gedung atau hotel, baik yang dilaksanakan oleh event organizer maupun panitia keluarga. 

Pada pelaksanaan resepsi pernikahan sebagian besar masyarakat tidak melakanakan prokes seperti tetap bersalaman, cipika -cipiki, tidak jaga jarak, dan penyediaan makananan secara prasmanan menyebabkan tingginya resiko penularan virus corona pada acara resepsi tersebut.  

Harisson mengingatkan setiap resepsi pernikahan tidak boleh menyediakan prasmanan harusnya makanan disediakan dengan menggunakan kotak dan dibawa pulang. Sehingga memperkecil risiko penularan.

“Bukan tidak mungkin apabila kasus terus meningkat Satgas akan kembali melarang resepsi pernikahan atau memberikan sanksi terhadap event organizer acara resepsi pernikahan yang tidak dapat memenuhi prinsip-prinsip pelaksanaan prokes,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved