Breaking News:

Kasus Pencabulan di Bengkayang Terungkap, Tersangka Diajukan Hukuman Kebiri

"Kita sudah komunikasi dengan Kejari nanti akan diajukan kebiri. Karena sudah banyak korban, dan rata-rata dibawah umur," terangnya.

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kasat Reskrim Polres Bengkayang Akp Antonius Trias Kuncorojati. Selasa 6 April 2021. TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Tersangka tindakan asusila kepada 10 anak di bawah umur yang sudah diamankan oleh pihak Kepolisian Polres Bengkayang terancam hukuman kebiri.

Pelaku yang berinisial (JP) ini, melakukan aksinya dengan cara melakukan pengobatan alternatif kepada para korbannya, yang merupakan murid-murid tari di sanggar tari miliknya, Selasa 6 April 2021.

Kasus pertama sudah terungkap pada pertengahan bulan Januari lalu.

Kemudian, pelaku berinisial JP ini sedang mengikuti proses hukum selanjutnya di Polres Bengkayang.

Baca juga: Diduga Lakukan Kekerasan dan Pencabulan Pada Anak Bawah Umur, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Kasat Reskrim Polres Bengkayang Akp Antonius Trias Kuncorojati menyampaikan, bahwa kasus asusila kepada anak dibawah umur tersebut sangat mencuat dan pertama kali terjadi di Kabupaten Bengkayang, serta jumlah korban yang terbilang cukup banyak dan dibawah umur (anak-anak).

"Sekarang ini sudah tahap penyelidikan dan terakhir kemarin pemeriksaan saksi ahli. Dalam hasil pemeriksaan tersebut, tersangka tidak menderita pedofilia. Dari hasil pemeriksaan itu juga tersangka melakukan aksinya dalam keadaan sadar, dan adanya peluang, artinya tidak ada pengawasan dari lingkungan sekitar, sehingga tersangka bisa dikatakan sebagai predator," ucap Akp Antonius.

Dari perbuatan yang dilakukan oleh pelaku, Lanjut Akp Antonius, pihaknya sudah menghubungi pihak Kejari dengan pengajuan hukuman kebiri karena kasus ini melibatkan jumlah korban yang cukup banyak dan rata-rata koran dibawah umur.

"Kita sudah komunikasi dengan Kejari nanti akan diajukan kebiri. Karena sudah banyak korban, dan rata-rata dibawah umur," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Bengkayang ini melihat bahwa kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi kepada anak saat ini, pelakunya sendiri merupakan orang-orang terdekat dari korban.

"Ini kurangnya pengawasan orang tua kepada anak. Misalnya tidak menanyakan kemana anak pergi, dan berapa lama. Kita harap kedepan memang peran orang tua dalam mengawasi anak akan jauh lebih intens demi menekan jumlah kasus yang tiap tahun bertambah," tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved