Breaking News:

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Ahli Epidemiologi Nilai Syarat PCR Untuk Masuk Kalbar Sudah Efektif

Faktanya, Malik mengatakan, bahwa kebijakan tersebut cukup efektif, bahkan kenaikan kasus secara signifikan dapat ditekan dengan baik dibandingkan den

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Ketua tim kajian Covid-19 sekaligus ahli epidemologi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Saepudin, SKM.,M.Kes. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih resmi menetapkan kewajiban tes swab PCR bagi pendatang melalui jalur udara di Bandara Supadio Pontianak.

Aturan tersebut dibuat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan lonjakan kasus di Wilayah Kalimantan Barat.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Ketua Muhmamadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalimantan Barat, Dr. Malik Saepudin SKM,M.Kes memberikan pandangannya melalui analisis yang dilakukan.

Berikut adalah pandangan Ahli Epidemiologi terhadap kebijakan tersebut.

Menurut Malik Saepudin, kebijakan mewajibkan tes Swab PCR merupakan salah satu langkah yang efektif untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

Faktanya, Malik mengatakan, bahwa kebijakan tersebut cukup efektif, bahkan kenaikan kasus secara signifikan dapat ditekan dengan baik dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia pada saat ini.

"Ini patut diapresiasi dengan baik, tidak terkecuali termasuk pemerintah pusat. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO bahwa penanganan penyakit menular seperti pandemi Covid-19 ini sangat efektif dilakukan pada sumbernya dan yang menjadi sumber dalam hal ini adalah pergerakan atau mobilitas penduduk antar wilayah kepulauan satu dengan yang lain melalui transportasi udara yang sangat cepat dan jauh," ungkapnya.

Terutama, dikatakan pergerakan penduduk yang masuk dari wilayah dengan tingkat resiko atau zonasi tinggi seperti dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Merata dari wilayah Pulau jawa yang eskalasi kasus dan kematian Covid-19 masih relatif tinggi.

Hendaknya masyarakat dan semua pihak tetap bersabar dan menghargai apa yang sedang dilakukan satgas Covid-19 Kalbar untuk pemulihan dan penanganan kasus Covid-19 di Wilayah Kalbar, sehingga akan lebih cepat berakahir.

Baca juga: Wendy Red Velvet Rilis Album Solois Like Water Masuk charts iTunes di 30 Negara

Dengan demikian, Malik mengatakan, perpanjangan pemberlakuan tes PCR untuk moda transportasi udara oleh Gubernur Kalbar, selain karena alasan terasebut diatas, juga secara scientific berbasis epidemiologi bahwa tes Polymerase Chain Reaction (PCR) memiliki akursi paling tinggi yaitu mendekati 100%, dibanding rapid test antigen dan rapid test antibodi, serta Genose. "Sehingga tes PCR ini juga direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendiagnosis COVID-19 yang palig tepat," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved