Breaking News:

Tjhai Chui Mie Prediksi Pembangunan Fisik Jalan Singkawang Timur Mulai Pengerjaan Mei Mendatang

Berdasarkan informasi yang Wali Kota terima dari Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat kunjungannya di Kota Singkawang pada Senin 5 April 2021, m

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Rizki Kurnia
Truck pengangkut kernel sawit amblas diduga akibat lubang dibadan jalan di Jalan Raya Bengkayang-Singkawang, Kecamatan Singkawang Timur. Selasa 30 Maret 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie memberikan keterangan terkait kerusakan jalan rusak berstatus Jalan Raya Provinsi di wilayah Kecamatan Singkawang Timur.

Berdasarkan informasi yang Wali Kota terima dari Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat kunjungannya di Kota Singkawang pada Senin 5 April 2021, menyatakan pembangunan Jalan Raya Provinsi tersebut masih dalam proses Tender.

Biasanya, kata Tjhai Chui Mie, proses tender itu memakan waktu kurang lebih satu bulan. Apabila proses tender berjalan baik dan tidak terkendala, dia perkirakan di bulan Mei pekerjaan fisik sudah bisa dimulai.

Baca juga: Hadiri Acara Peningkatan Literasi Masyarakat di Kota Singkawang, Gubernur Paparkan Tujuannya

"Jika proses berjalan baik, berarti paling tidak dibulan Mei sudah bisa melakukan pekerjaan fisik, Mudah-mudahan selesai tender sudah bisa dilaksanakan," ungkap Tjhai Chui Mie saat diwawancarai awak media, Senin 5 April 2021.

Lebih jauh, Wali Kota juga menyebutkan anggaran yang akan digunakan dalam pembangunan jalan Raya Bengkayang-Singkawang ini kurang lebih mencapai Rp20 miliar.

Selain itu, dirinya juga akan berkoordinasi dengan Camat Singkawang Timur terkait kesiapan Pemerintah Kota Singkawang untuk mengurangi resiko kecelakaan akibat jalan rusak tersebut.

"Kalau kerusakan jalannya sangat parah, maka untuk keselamatan pengguna jalan, tentu kami akan melakukan penimbunan," katanya.

Namun, lanjutnya, apabila proses pekerjaan fisik pembangunan jalan bisa langsung dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi, tentunya proses perbaikan jalan akan lebih diutamakan untuk dilakukan.

"Tapi jika sangat parah, maka harus secepat-cepatnya diantisipasi (dengan penimbunan)," terangnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved