Breaking News:

Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia Tertarik dengan Potensi PLTA di Kalbar 

Staf Ahli Senior Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia, Mrs Maria Mitsura mengatakan bahwa  kunjungan Perwakilan Rusia ke Kalbar kali ini

TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Sekda Kalbar, A L Leysandri bersama beberapa kepala OPD Pemprov Kalbar foto bersama usai menerima kunjungan dari Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia bertempat di Ruang Rapat Wagub Kalbar, Senin 5 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerima kunjungan dari Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekda Kalbar, A L Leysandri bertempat di Ruang Rapat Wagub Kalbar, Senin 5 April 2021. 

Adapun yang datang berkunjung yakni Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia, Mr Sergei Rossomakhov, Counselor Kedutaan Besar Rusia untuk RI Mr Andrey Mogilevtsev, Staf Ahli Senior Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia, Mrs Maria Mitsura.

Staf Ahli Senior Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia, Mrs Maria Mitsura mengatakan bahwa  kunjungan Perwakilan Rusia ke Kalbar kali ini untuk mempelajari potensi kerjasama antara provinsi.

Baca juga: 252 Area Blank Spot & 928 Daerah Sinyal Masih Lemah, Tantangan Percepatan Digitalisasi Kalbar

“Khususnya untuk potensi ekspor produk komuditi dari Kalbar ke luar dan serta permintaan impor yang dibutuhkan Kalbar yang bisa dibantu oleh Rusia dalam memfasilitasinya,”ujarnya usai pertemuan tersebut.

Dari pertemuan ini juga akan  dipelajari secara teperinci potensi dibidang investasi pembagunanan pada bidang infrastruktur, serta proyek stategis nasional lainnya. 

Ditempat yang sama, Sekda Provinsi Kalbar  Leysandri mengatakan bahwa sepanjang investasi yang terjalin menghasilkan keuntungan untuk masyarakat Kalbar tentu Pemprov Kalbar akan mendukung. 

“Kita akan dukung kalau investasi menghasilkan keuntungan untuk masyarakat. Selain itu banyak potensi yang kita bisa tawarkan seperti di bidang pertambangan,”ujarnya.

Dikatakannya mungkin selama ini masih ada hal yang perlu dilakukan dalam berinvestasi, tapi dikatakannya kali ini Perwakilan Rusia yang hadir lebih cenderung melihat potensi  di pengembangan listrik dengan tenanga air.

“Mereka melihat potensi air kita ternyata ada yang bisa menghasilkan listrik sekitar 300 mega watt,”ucapnya. 

Dikatakannya investasi bisa dijalankan sepanjang kawasan hutan dapat di jaga oleh pemerintah kabupaten yang memiliki kawasan dengan baik yang bekerjasama dengan  masyarakat setempat.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved