Breaking News:

Pertama Kalinya Perhelatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia Digelar

FEKDI digelar selama 4 hari berturut-turut pada 5-8 April 2021 secara virtual dengan format peluncuran (launching), pameran (showcase), diskusi

TRIBUN/DOK
Suasana pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 resmi digelar mulai 5April hingga 8 April 2021.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam pembukaan acara menyampaikan BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

Baca juga: 252 Area Blank Spot & 928 Daerah Sinyal Masih Lemah, Tantangan Percepatan Digitalisasi Kalbar

Antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui QR Code Indonesian Standard atau QRIS sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI).

"Lalu mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi," bebernya.

Serta mendorong digitalisasi perbankan melalui standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API).

"Dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah," ungkap Perry Warjiyo.

Dorong Pelaksanaan ETP, Pemprov Kalbar Bentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

Menurutnya upaya tersebut perlu didukung oleh langkah-langkah reformasi regulasi melalui PBI Sistem Pembayaran yang telah diterbitkan BI untuk mendorong inovasi sistem pembayaran dengan memerhatikan manajemen risiko dan siber.

Terkait TP2DD, BI baik di Kantor Pusat maupun di seluruh Kantor Perwakilan BI di 34 provinsi mendukung sepenuhnya langkah-langkah mensukseskan pelaksanaan tugas TP2DD.

Kubu Raya Jadi Daerah Pertama di Kalbar Bentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kerangka Strategi Nasional Ekonomi Digital disusun dengan memerhatikan kompleksitas dan keterkaitan berbagai kebijakan antarotoritas serta kebutuhan para pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di daerah.

Strategi Nasional Ekonomi Digital, tambah Menko Airlangga, yang ditopang oleh pilar-pilar utama yaitu talenta digital, riset dan inovasi, infrastruktur fisik dan digital serta dukungan kebijakan dan regulasi.

Halaman
12
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved