Breaking News:

Terkait Pembelajaran Tatap Muka Juli 2021, Ini Penjelasan Dinkes Terkait Vaksin Bagi Guru

"Kita menunggu kebijakan berikutnya, Setelah vaksin berikutnya datang,"jelasnya.

TRIBUNPONTIANAK/HENDRI
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU- Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)
Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu menyampaikan bahwa saat ini belum ada kebijakan khusus terkait vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik di Kabupaten Sanggau.

"Direncanakan khusus belum ada, karena terkait dengan ketersediaan vaksin yang diterima. Untuk yang sekarang tetap kita melakukan vaksinasi terhadap pelayan publik, termasuk di dalamnya guru,"katanya, Minggu 4 April 2021.

Baca juga: Kasatpol PP Provinsi Sebut Arus Penumpang di Bandara Jelang Ramadhan Masih Stabil

Kendati begitu, Pihaknya masih menunggu kebijakan berikutnya.

"Kita menunggu kebijakan berikutnya, Setelah vaksin berikutnya datang,"jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sanggau, Sudarsono menyampaikan bahwa Pemerintah membolehkan satuan pendidikan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun ajaran baru pada Juli 2021.

Kebijakan ini berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

"Saat video conference dengan Kementerian terkait beberapa waktu lalu. Telah disampaikan berkaitan dengan SKB 4 menteri tersebut,"katanya.

Sudarsono menjelaskan, Dalam video conference tersebut pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan vaksinasi terhadap tenaga pendidik. Karena aktivitas pembelajaran tatap muka terbatas akan dilakukan setelah vaksinasi terhadap tenaga pendidik diseluruh jenjang selesai dilakukan.

"Baik negeri maupun swasta. Itu artinya tenaga pendidik wajib divaksin terlebih dahulu,"jelasnya.

Terkait vaksinasi untuk tenaga pendidik ini, Lanjutnya, pemerintah menargetkan selesai pada akhir Juni 2021. "Vaksinasi tenaga pendidik ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya akselerasi pembelajaran tatap muka,"ujarnya.

Dikatakanya, Pelaksanaan vaksinasi menjadi kewenangan Dinas Kesehatan. Mulai dari menyediakan vaksin dan tenaga vaksinator serta menentukan jadwal vaksinasi.

Sudarsono menambahkan, dalam pembelajaran tatap muka terbatas, sekolah tetap diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan. Kemudian, orang tua atau wali dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

"Nanti akan kita tindaklanjuti dengan membuat surat edaran yang ditujukan kepada sekolah dan sosialisasi ke sekolah. Dan Jauh-jauh hari sebenarnya kita sudah mempersiapkan sekolah dan sekolah yang sudah menyatakan siap kurang lebih 68 sekolah, SD dan SMP baik swasta maupun negeri. Ini yang menjadi target kita dulu,"pungkasnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved