Sektor Properti di Kalbar Kembali Menggeliat, Milenial Buru Freesia House

insentif PPN dengan besaran 100 persen ditanggung pemerintah atas rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar.

Editor: Nina Soraya
TRIBUN/DOK
Suasana peletakan batu pertama yang dilakukan konsumen Freesia House CitraGarden Aneka Pontianak yang akan menandai pembangunan awal hunian konsep modern tersebut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Tahun 2021 diyakini menjadi tahun pemulihan sektor properti.

DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalbar dalam Musda pada akhir Maret 2021 lalu menyebut kebutuhan akan hunian atau tempat tinggal di Kalbar mencapai 11 ribu unit per tahun.

REI Kalbar Siap Gelar Musda X, Bahas Tantangan Pemulihan Sektor Properti

Menjawab kebutuhan tersebut, CitraGarden Aneka Pontianak sejak awal tahun 2021 sudah mengeluarkan klaster Freesia House.

Konsep rumah yang lebih modern dan disukai kalangan milenial ini juga menyajikan green development concept.

Hunian di bawah Rp 1 miliar ini memiliki desain fasad “Barn House” yang terkenal di Amerika Serikat.

Menjadikannya rumah dengan langit-langit tinggi dan bukaan jendela yang besar.

Rumah terasa lebih lapang, sirkulasi udara lebih lancar, dan terlihat lebih terang dengan masuknya sinar matahari tanpa membuat rumah terasa panas.

Ajang Musda REI Kalbar, Developer Keluhkan Proses BPHTB Masih Lambat

Head Of Sales & Marketing, Sumahdi Makali, menjelaskan untuk penjualan Freesia House tahap I yang sebanyak 17 unit telah terjual sekitar 60 persen.

“CitraGarden Aneka Pontianak memiliki tipe lainnya yang juga mulai pulih penjualannya di tahun ini. Bahkan pada Januari 2021 kemaren, penjualan meningkat sekitar 169 persen.”

“Jika dianalogikan penjualan kami itu target tiga bulan di 2020 bisa terpenuhi dalam satu bulan saja atau pada pencapaian di Januari 2021,” ujarnya di sela-sela peletakan batu pertama oleh konsumen Freesia House pada Sabtu, 3 April 2021.

AREBI Kalbar Optimistis Penjualan Tipe Freesia House CitraGarden Aneka Diminati Milenial

Terkait pemberian insentif oleh pemerintah berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah selama enam bulan dari Maret sampai Agustus 2021.

Adapun mekanisme pemberian insentif PPN dengan besaran 100 persen ditanggung pemerintah atas rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar.

Serta  sebesar 50 persen ditanggung pemerintah atas rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual di atas Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar.

Lindungi Bangunan Dari Risiko Dengan Asuransi Properti, Teliti Cek Isi Polis Cakupan yang Ditanggung

“Memanfaatkan momentum ini kami tambah promonya. Yakni hunian ready stock mengikuti Program Insentif PPN dan ditambah lagi dengan free furniture sampai dengan Rp 400 juta. Selain itu, ada juga promo kavling siap bangun dengan harga cash namun dapat dicicil 36x tanpa bunga,” urainya lebih lanjut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved