Breaking News:

Pemerintah China Akan Investasi di Kalbar, Masukkan 150 Perusahaan

China akan memasukkan kurang lebih 150 perusahan ke Provinsi Kalimantan Barat dengan target investasi senilai USD 200 juta

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA VIA KONTAN.CO.ID
ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, Suib angkat suara mengenai target komitmen perdagangan Pemerintah China dengan Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan.

Di mana dari yang saat ini hanya USD 31 miliar menjadi USD 100 miliar pada 2024.

Diantara kerjasama tersebut ialah bidang furniture dimana Pemerintah China akan memasukkan kurang lebih 150 perusahan ke Provinsi Kalimantan Barat dengan target investasi senilai USD 200 juta, dan 3000an pekerja dengan investasi total Rp. 20an triliyun lebih.

"Tentunya ini peluang sekaligus tantangan kita bersama, mau tidak mau kita harus siap dengan situasi dan kondisi apapun karana sudah masuk dalam tahapan eranya, tentunya bagi negara harus menyiapkan diri berbagai kedisiplinan penguasaan, dan kreatifitas lintas sektor," katanya, Minggu 4 April 2021.

Baca juga: Cetak Rekor Investasi, Pemerintah Indonesia dan Singapura Akan Lanjutkan Kerjasama Kedepan

Terlebih, lanjutnya, Kalbar memiliki jalur ekspor langsung dan sumber daya alam yang potensial baik tambang, CPO, hutan, hingga sarang walet.

"Semuanya kita punya, tentunya menjadi lirikan tersendiri bagi negara yang sedang menginvasi di bidang investasi. Namun sebagai catatan saya ingatkan, negara tidak boleh terburu-buru dan mengedapankan egosentrik, mengingat keterbatasan penguasan pengolahan dan tenaga kerja yang kreatif lintas sektor di kita ini sangat terbatas," tuturnya.

"hati-hati lah dalam menjalin kerjasama investasi, pikirkanlah kearifan lokal, kalau negara mau di kategorikan sejahtera tolak ukurnya bukan pendapatan nasional hasil dari investasi asing yang masuk, tapi tolak ukurnya negara kategori sejahtera adalah pendapan perkapita penduduk nya yang bisa memenuhi kebutuhan hari-hari nya dengan layak," tambah Suib.

Masih kata politisi Hanura ini, untuk menunjung pendaatan perkaita tersebut, tentunya bisa melalui sektor tenaga kerja, rakyat harus mempunyai pekerjaan yang jelas, baik di sektor bisnis, pengolah, pekerja di industri atau pabrik, dan di perusahaan yang akan di bangun itu nantinya.

Oleh karena itu, ia meminta agar di lokalisir dulu sektor investasinya, jika tidak menguntungkan pendapatan negara dan mengakomodir kearifan lokal, kata dia, untuk apa investasi di bangun dan di lanjutkan.

"Saya berharap kepada Gubernur rencana yang akan dikerjasamakan oleh pusat dengan negara luar supaya pusat betul-betul bisa inventarisir terlebih dahulu, dan memberikan masukan kepada pusat," pintanya.

Hal Ini penting, kata Anggota Fraksi PKB ini, supaya kedepannya tidak melahirkan ego sektoral baik antara pemerintah pusat dengan daerah, antara investor dan masyarakat setempat.

Terlebih, lanjutnya, jika melihat unvestasi yang ada saja sekarang seperti perkebunan, tambang, masih menyisakan permasalahan yang tidak selesai selesai.

Contohnya, kata Suib, perbaikan lingkungan, CSR, infastruktur, hingga dengan penyerapan tenaga kerja yang tidak pasti.

"Ini harus di jadikan pengalaman oleh kita semua," katanya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved