Breaking News:

Komitmen Parpol Hapus Money Politik Jangan Hanya Retorika

Bagaimana stigma uang dalam memenangkan pileg atau pemilihan itu tidak terjadi apabila tidak di mulai dari sistem parpol itu sendiri.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Uray
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penggiat Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat berharap komitmen parpol untuk menghapus penggunaan money politik untuk pemenangan suatu pemilihan tidak hanya sebuah retorika.

Terlebih memang, dikatakannya, ada problem kolektif action problem disini yang harus di selesaikan dalam tubuh partai politik.

Bagaimana stigma uang dalam memenangkan pileg atau pemilihan itu tidak terjadi apabila tidak di mulai dari sistem parpol itu sendiri.

Katakanlah, lanjut dia, seperti mahar politik yang nilainya cukup tinggi yang dipatok oleh partai politik untuk calon yang akan di usung dengan dalih, pembiayaan saksi, menggerakan mesin partai, pengadaan alat dan bahan kampanye, operasional dan lain lain yang semua di anggap biasa dan wajar-wajar saja.

Sehingga, lanjutnya, ketika hal itu terjadi dan ketika terpilih, teori yang digunakan adalah teori balik modal. Maka hal tersebut mulai di perbaiki dalam tubuh parpol.

Baca juga: Pokja Demokrasi Harap Hasil Aspirasi pada Reses Anggota Dewan Bisa Terealisasi

"Kita berharap, keinginan menghapus stigma uang bisa menangkan pileg tidak hanya sekedar retorika saja," katanya, Minggu 4 April 2021.

Selain itu, ia juga berharap agar pendidikan politik kepada masyarakat benar-benar terjadi.

"Semua sama-sama tidak menyukai politik uang dan semua pengen menghentikannya, tapi tidak kuasa karena hawatir teman yang lain melakukannya atau pesaingnya, dan pada akhirnya praktek politik uang ini tetap terjadi. Ini yang terjadi terus menerus ketika momentum kentestasi baik pileg pilkada maupun pemilu," katanya.

Maka dari itu, kata Yadi, memperbaiki demokrasi salah satunya harus mendewasan konstituen agar tidak pragmatis melalui pendidikan politik yang baik.

"Parpol harus membenahi sistem yang ada di tubuh parpol, bukan hanya ingin menghilangkan stigma masyarakat, tapi juga bagaimana hal tersebut tersistem dan tidak ada lagi penggunaan uang yang besar untuk menang dalam kontestasi. Sekali lagi, Tentunya hal tersebut tidak hanya sebatas retorika saja dan hilang di kemudian hari," jelasnya.

Karena memang, kata dia, politik uang ataupun mahar politik adalah salah satu faktor penyebab demokrasi berbiaya tinggi, dan memang politik uang dan mahar politik siklus lingkaran yang harus di lawan dengan sistem yang baik di tubuh parpol.

Juga yang tak kalah penting, lanjutnya, bagaimana pengelolaan partai politik yang masih lemah secara finansial sehingga para oligarki memanfaatkan partai sebagai proksi kepentingan politiknya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved