Breaking News:

Ketua DPW IPI Kalbar Sebut Santri Cukup Wajib Antigen Tentu Sangat Meringankan Biaya Pulang

Dikatakannya walaupun syarat terbang santri dan pelajar hanya menggunakan hasil rapid antigen, tapi di bandara kedatangan di lakukan pemeriksaan pcr s

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kalimantan Barat, KH Zuhdi MZ. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW IPI Kalimantan Barat, KH. Zuhdi mengatakan dengan adanya bantuan swab test pcr di Bandara kedatangan bagi santri yang pulang ke Kalbar tentu sangat meringankan biaya kepulangan ke Kalbar

“Kami dari IPI Kalbar menyambut baik atas kebijakan Pak Gubernur Kalbar, karena sangat terasa sekali oleh para santri dan orangtua atas bantuan syarat kepulangan cukup membawa rapid antigen tersebut,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 4 April 2021.

Dikatakannya walaupun syarat terbang santri dan pelajar hanya menggunakan hasil rapid antigen, tapi di bandara kedatangan di lakukan pemeriksaan pcr secara gratis.

“Alhamdulillah itu secara teknis saja bantuan untuk santri dan pelajar dari Pemprov Kalbar dan menjadi kebanggaan, kebijakan ini tentu mengurangi beban orangtua memulangkan anaknya ke Kalbar,”jelasnya.

Ia mengatakan ketika biaya kepulangan ke Kalbar mahal dari harga tiket diperkirakan 50 persen santri tidak bisa pulang.

Baca juga: Sudah Divaksin, Apakah Swab PCR Tetap Wajib Masuk Kalbar

“Akan tetapi kebijakan Pak Gub dengan boleh menggunakan rapid antigen para santri bisa pulang semua,”jelasnya.

Jadi setiap kepulangan santri sudah ada kordinator disetiap Ponpes dan sesuai teknis para santri harus ada KK, Kartu Santri dan hasil rapid antigen, setelah semuanya siap mereka boleh beli tiket langsung.

“Jadi sejauh ini tidak ada masalah. Karena dari awal sebelum mereka mau ke Jawa sudah antisipasi. Jadi syarat ini sudah disiapkan dari jauh sebelumnya,” ucapnya.

Ia mengatakan kebijakan ini sudah bagus, tapi dirinya berharap apabila mengratiskan sampai pada biaya transportasi tentu sangat diharapkan sekali karena dampak pandemi covid-19 banyak orang tua para santri yang trdampak.

“Kita maklumi dengan adanya covid-19 orang tua santri dan masyarakat sangat sulit. Apa lagi untuk mengirim anak sudah kesulitan. Seandainya kalau ada bantuan bagi yang tidak mampu lebih baik lagi dari test, dan tiket,” jelasnya.

Ia mengimbau agar para santri maupun pengurus Ponpes yang baru sampai ke Kalbar agar tetap terus menerapkan prokes dan apabila ditemukan kasus positif Covid-19 mengikut aturan yang ada.

“Kita tentunya akan tetap mengikuti ketentuan yang sudah ada. Ketika ada ynag positif tetap akan di isolasi dan itu wajib. Apakah mandiri dan lainnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved