Breaking News:

Kepala BPBD Pontianak Ungkap Puluhan Ruko Terbakar Karena Korsleting Listrik

"Jam 3 subuh tadi terjadi kebakaran, diduga sementara karena korsleting listrik dan masih didalami, diteliti oleh pihak kepolisian. Kami baru bisa men

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Tim pemadam kebakaran melakukan pendinginan pada lokasi kebakaran untuk memastikan api benar-benar padam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo mengungkapkan, bahwa bahwa kebakaran ruko di jalan Padat Karya RT004/RW23 Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak, Kalbar pada Minggu 4 April 2021 sekira pukul 03.00 WIB diduga korsleting listrik yang disebutkannya hingga mengakibatkan 32 ruko ekspedisi atau tempat penyimpanan barang terbakar.

Dari data 32 ruko tersebut, ia menyebutkan 16 ruko 100 persen terbakar, 4 ruko kerusakan 35 persen dan 12 ruko lainnya mengalami kesusakan 5 persen akibat bias semprotan.

"Jam 3 subuh tadi terjadi kebakaran, diduga sementara karena korsleting listrik dan masih didalami, diteliti oleh pihak kepolisian. Kami baru bisa mendata ruko yang terbakar saja, kemudian untuk taksiran kerugian masih belum bisa ditentukan," ungkapnya.

Haryadi mengungkapkan, bahwa pihaknya turun ke lokasi kejadian bersama tim damkar kurang lebih 30 tim, baik damkar Pemkot dan Swasta memadamkan api yang berkobar
pada pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Saksi Mata Kebakaran di Pontianak Terkejut Lihat Api Tiba-tiba Membesar

Menurutnya, bangunan yang terbakar tersebut merupakan gudang ekspedisi atau tempat penyimpanan barang.

"Yang terbakar ini gudang ekspedisi yang masih berfungsi menjadi tempat penyimpanan barang. Namun memang untuk pemiliknya tidak tinggal di situ," kata Haryadi.

Ia memastikan pada kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa.

Namun Haryadi tetap menghimbau agar masyarakat kota Pontianak tetap antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Mengingat beberapa hari ini cuaca di Pontianak panas 36 derajat. Dihimbau untuk seluruh masyarakat agar waspada terhadap alat-alat listrik dan kabel listrik untuk menggunakan yang SNI, sebelum meninggalkan rumah dan sebelum tidur untuk dicek semua peralatan yang menggunakan listrik begitu juga terhadap Tabung LPG," kata Haryadi.

Menurut, Haryadi mayoritas kebakaran yang terjadi di Kota Pontianak merupakan bangunan tua yang terdapat kabel-kabel listrik juga sudah tua.

"Rata-rata kebakaran di rumah yang kabelnya bukan SNI atau kabel lama. Maka harus diganti," terangnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved