Breaking News:

Institut Teknologi Bandung Membuat Kreasi 3 in 1 Face Detector

Institut Teknologi Bandung membuat kreasi 3 in 1 face detector.Bentuknya pun berbeda dengan masker medis.

Editor: Maudy Asri Gita Utami
web ITB
 3 fungsi dalam Face Protector tersebut menggantikan 3 alat yaitu masker N-95, face shield, lalu google. 

 Produksinya, dilakukan pada September tahun 2020 hingga saat ini.

Baca juga: Persiapan di Bidang Pariwisata, 321 Pelaku Pariwisata Kalbar Disuntik Vaksin Sinovac

Baca juga: GAMBAR GAMBAR Paskah 2021 Terbaru Cara Download Gambar Paskah, Gambar Paskah Bergerak & GIF Paskah

Pada bulan November 2020, 2 unit pengetesan dibuat untuk melakukan evaluasi pengembangan dengan berbagai parameter seperti arus masuk dan lainnya.

 LPIK ITB merupakan pihak yang memberi bantuan dalam penelitian tersebut. Selanjutnya, penelitian tersebut diminta dilanjutkan hingga ke tahap komersialisasi.

Hal ini ditandai dengan terciptanya 10 prototipe awal.

Perbaikan dan masukan tentunya datang dari berbagai kalangan seperti dokter, tenaga medis, dan pihak industri.

Targetnya, di tahun ini sudah mengantongi izin edar dan izin produksi.

"Mudah-mudahan ada industri yang mau kerja sama untuk produksi alat ini. Sebagai dosen, berat kalau mengerjakan semuanya dari hulu sampai hilir.

Perlu ada jembatan dengan industri, di mana industri berperan dalam pengembangan lanjut. Jembatan ini merupakan lembaga seperti LPIK ITB,” ujarnya.

Beberapa keunggulan dimiliki oleh 3 in 1 Face Protector, tidak hanya mengunggulkan rasa kenyamanan.

Namun juga hemat energi. Selain itu, filter N-95 yang digunakan (industrial grade) mudah diganti dan tersedia di pasaran sehingga tidak terjadi konflik stok masker N-95 dengan tenaga medis.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved