Guru Besar Farmasi UGM Berikan Alasan Penyitas Covid-19 Boleh Disuntik Vaksin Setelah 3 Bulan

Para peneliti di Smidt Heart Institute di Cedars-Sinai, Amerika Serikat mengatakan orang yang pernah terinfeksi virus corona, telah menghasilkan imun

SHUTTERSTOCK/Elzbieta Krzysztof
Apa Itu Tripsin Babi yang Disebut MUI Ada di Vaksin AstraZeneca, Apakah Halal atau Haram? 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Studi yang diterbitkan di jurnal Nature Medicine mengungkapkan bahwa penyintas Covid-19 kemungkinan hanya membutuhkan satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech.

Para peneliti di Smidt Heart Institute di Cedars-Sinai, Amerika Serikat mengatakan bahwa orang yang pernah terinfeksi virus corona, telah menghasilkan respons imunologis.

Kekebalan ini, kata peneliti, serupa dengan individu yang direkomendasikan mendapatkan dua dosis vaksin.

Sehingga, peneliti menilai, seperti dilansir dari Medical Xpress, Sabtu 3 April 2021, vaksinasi penyintas Covid-19, dinilai cukup diberikan satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech.

Baca juga: Dewan Kubu Raya Ajak Masyarakat Tak Khawatir Jalani Vaksinasi Dibulan Ramadhan

 "Temuan kami memperluas penelitian dari studi yang lebih kecil yang dilaporkan di tempat lain dan mendukung strategi potensial untuk menyediakan satu dosis vaksin kepada orang dengan riwayat infeksi virus corona sebelumnya," kata Susan Cheng, MD, MPH, MMSc, profesor Kardiologi dan direktur Riset Kesehatan Masyarakat di Smidt Heart Institute di Cedars-Sinai.

 "Pendekatan ini dapat memaksimalkan jangkauan pasokan vaksin yang terbatas, sehingga memungkinkan jutaan orang bahkan lebih banyak orang di Amerika Serikat untuk divaksinasi," imbuh Cheng.

 Vaksin Covid-19 yang dipelajari pada studi ini adalah vaksin mRNA yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech.

Di mana vaksin virus corona ini biasanya diberikan dalam dua dosis, dengan interval jarak 21 hari dari suntikan pertama, untuk memberikan perlindungan penuh terhadap virus corona SARS-CoV-2.

Para peneliti di Cedars-Sinai sangat merekomendasikan dosis kedua dari vaksin Pfizer mungkin tidak diperlukan penyintas Covid-19 yang berhasil sembuh dari infeksi penyakit ini.

"Secara keseluruhan, individu yang telah pulih dari Covid-19 mengembangkan respons antibodi setelah satu dosis vaksin yang sebanding dengan yang terlihat setelah vaksinasi dua dosis yang diberikan kepada individu tanpa infeksi sebelumnya," kata Kimia Sobhani, Ph.D., direktur medis laboratorium inti klinis dan profesor Patologi dan Kedokteran Laboratorium di Cedars-Sinai. Peneliti menambahkan tampaknya satu dosis penguat yang diberikan kepada orang yang sebelumnya terinfeksi menawarkan manfaat yang sama dengan dua dosis yang diberikan kepada orang yang tidak terinfeksi sebelumnya.

Dalam studi ini, para peneliti melakukan survei kepada 1.090 tenaga kesehatan di Cedars-Sinai Health System yang telah menerima vaksin Pfizer-BioNTech.

 Survei kepada penyintas Covid-19 dari kalangan tenaga medis ini, terkait infeksi virus corona sebelumnya dan gejala apa pun yang mungkin mereka alami setelah memperoleh suntikan dosis vaksin Pfizer.

Selanjutnya, tenaga kesehatan penyintas Covid-19 melakukan tes antibodi untuk mengukur respons sistem kekebalan mereka terhadap vaksinasi.

Kadar antibodi diukur pada tiga titik waktu, yakni sebelum atau hingga tiga hari setelah dosis pertama, dalam tujuh hingga 21 hari setelah dosis pertama, dan dalam tujuh hingga 21 hari setelah dosis kedua.

Baca juga: Jajaran Tribun Pontianak Terima Vaksinasi Covid-19 Kadiskes Marijan Nilai Peran Media Sangat Penting

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved