Bupati Bengkayang Upayakan Kondusifitas di Lingkungan Masyarakat

"Tentunya, disini kita dari Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga mengutuk keras perbuatan terorisme yang terjadi di Makassar,” tambahnya.

Penulis: Zulfikri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/JOVI LASTA
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Peristiwa bom bunuh diri beberapa hari yang lalu di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak takut dan menguatkan hati satu sama lain dalam peristiwa tersebut, Jumat 2 April 2021.

Dari peristiwa tersebut, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang untuk tidak takut dan mengajak kepada masyarakat saling menguatkan satu sama lain.

“Jangan takut dan tetap lakukan kegiatan-kegiatan keagamaan. Mengingat sebentar lagi kita akan memperingati bulan suci Paskah dan kedepan juga akan memasuki bulan suci Ramadhan," ujar Sebastianus Darwis.

"Tentunya, disini kita dari Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga mengutuk keras perbuatan terorisme yang terjadi di Makassar,” tambahnya.

Baca juga: Sebastianus Darwis Harap Masyarakat Bantu Sukseskan Program Pendataan Keluarga Berencana

Ia menilai, paham terorisme bukan merupakan ajaran dari agama manapun. Namun hal tersebut, lanjutnya, adalah perbuatan oknum yang sengaja ingin membuat suasana menjadi tidak kondusif.

“Maka dari itu saya mengajak masyarakat untuk tetap kondusif dalam menyikapi ini,” himbau Bupati Bengkayang ini.

Pada pelaksanaan Misa Paskah, Sebastianus Darwis memastikan Pemerintahan Kabupaten Bengkayang telah melakukan koordinasi dengan pihak kemananan dan ketertiban, khususnya Pihak Kepolisiam Polres Bengkayang agar membantu memperkuat penjagaan dan pengawasan keamanan di setiap Gereja.

Dirinya, juga menghimbau kepada pihak Satuan Tugas Covid-19, pada pelaksanaan Misa Paskah berjalan dengan aman dari penyebaran virus Covid-19 serta mengajak kepada masyarakat menerapkan protokol kesehatan ketat sebagai upaya melawan penyebaran virus COVID.

“Kita sudah ajukan surat untuk pertebal keamanan, baik ke Polres maupun ke tim Satgas Covid-19," jelasnya.

Jadi disini kita bersama pihak kepolisian dan terkait lainnya menjamin keamanan pelaksanaan ibadah tiap-tiap umat beragama,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved