Belum Tentukan Sikap, Herman Hofi: Tidak Boleh Merajuk Jika Tidak Dipilih

Memang figur yang muncul mempunyai kualitas dan kapasitas yang sama, tentu kita akan mencoba nanti melalui pertemuan tingkat DPC dan analisa, kita men

TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua DPC PPP Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPC PPP Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar menerangkan jika pihaknya sampai hari ini belum menentukan sikap dan pilihan siapa yang didukung memimpin DPW PPP Kalbar periode 2021-2026.

Herman Hofi mengatakan, hal ini karena kader dari partai berlambang kakbah tersebut mempunyai kualitas dan kemampuan yang sama untuk membesarkan partai.

"Sebenarnya kader PPP baik-baik semua, dan PPP Kota Pontianak kondisi bingung menentukan siapa karena pada dasarnya kawan-kawan punya hak dan kewenangan yang sama untuk dipilih dan memilih, dan figur yang bermunculan banyak sekali.

Memang figur yang muncul mempunyai kualitas dan kapasitas yang sama, tentu kita akan mencoba nanti melalui pertemuan tingkat DPC dan analisa, kita mencari yang terbaik dari yang baik-baik," katanya, Selasa 30 Maret 2021.

"Secara khusus kita belum, kita masih melihat lagi dalam perkembangan berikutnya dan dengan kajian-kajian kita, kita juga mendengar suara dari tokoh masyarakat, figur seperti apa yang dikehendaki masyarakat," tambahnya.

Baca juga: Muswil Pemilihan Ketua PPP Kalbar, Sutarmidji Enggan Masuk Kepengurusan PPP Kalbar, Ada Apa?

Walaupun demikian, Herman Hovi berharap dalam muswil ini tidak hanya terkait persoalan bisa memilih personil kepengurusan saja.

Namun, kata dia, juga program kedepan harus terkaji dengan baik sehingga nantinya bisa terimplementasi kepemimpinan kedepan selama lima tahun serta agenda khusus terkait menghadapi pemilu.

"Karena ini berat sekali, konsolidasi organisasi ini mesti harus tertuntaskan setelah muswil, muscab dan pemilihan tingkat kecamatan serta ranting," terangnya.

Lebih lanjut, Herman Hovi pun menegaskan jika yang menjadi syarat khusus menjadi ketua DPW PPP nantinya harus sesuai AD/ART yakni kader dan pernah jadi pengurus.

"Untuk menjadi Ketua juga Sekretaris PPP tidak bisa orang yang ujuk-ujuk dari luar, tidak boleh. Artinya harus orang yang sudah menduduki posisi di setiap tingkatan, minimal harus jadi pengurus, baik wilayah, cabang ataupun kecamatan," terangnya.

Baca juga: Budi Perasetiyono Ungkap Kesiapan Maju Ketua DPW PPP Periode 2021-2026

Jika pun dikehendaki, ia juga tidak menutup kemungkinan untuk maju nantinya.

"Kita lihat situasinya, semua punya potensi, kita lihat situasi nanti, jika mungkin maju, maju kita nanti. Di PPP tidak harus mendaftar dulu untuk menjadi pimpinan, semua akan cair di dalam muswil nantinya, nanti akan mengkrucut di arena muswil," bebernya.

Namun yang penting, kata dia, agar semua kader partai mensukseskan muswil sehingga siapapun nanti terpilih harus di dukung bersama.

Membangun sebuah kebersamaan, dalam rangka memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan Kalbar.

"Kader partai harus mendukung siapapun yang nanti terpilih, tidak boleh ada yang merajuk jika tidak terpilih. Kemudian juga jangan hanya fokus kepada siapa yang akan memimpin partai, tapi juga harus bicara apa yang diurus lima tahun kedepan, program partai harus tersosialisasikan dan terpahami dengan baik, serta menyentuh kebutuhan masyarakat Kalbar," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved