Pemilu Ala Pemilihan Ketua RT 10 di Kelurahan Nyarumkop Singkawang

Usai penyampaian visi misi, kegiatan akhirnya berlanjut dengan proses pemungutan suara dimana calon pemilih dipanggil oleh petugas panitia yang ditunj

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Perhitungan suara kedua Calon RT 10 di Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang timur, Kota Singkawang Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pelaksanaan pemilihan Ketua RT 10 di Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang timur, Kota Singkawang Kalbar berbeda dengan daerah lainnya.

Menariknya, pemilihan ketua RT 10 ini terkesan mirip dengan pelaksanaan Pilkada atau Pemilihan suatu Kepala Daerah.

Sebelum proses pemungutan suara, pemilihan Ketua RT 10 ini dimulai dengan sambutan dari Kasi Pemerintahan dari Kelurahan Nyarumkop, kemudian dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban dari ketua RT 10 yang telah habis masa jabatannya, sebagai bentuk pertanggungjawabannya selama menjabat RT 10.

Kemudia dilanjutkan dengan penyampaian visi misi dari kedua calon yang salah satunya adalah petahana.

"Proses pemungutan suara diawali dengan pembacaan sumpah janji oleh seluruh panitia yang dipandu oleh Ketua Panitia Yulianus Iyus," Sekretaris Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Karang Taruna Nyarumkop, Andreas Aan kepada awak media, Senin 29 Maret 2021.

Usai penyampaian visi misi, kegiatan akhirnya berlanjut dengan proses pemungutan suara dimana calon pemilih dipanggil oleh petugas panitia yang ditunjuk untuk mencoblos calon ketua dengan membawa surat suara yang berisi foto kedua calon untuk dicoblos di kotak bilik suara yang sudah disiapkan oleh panitia.

"Kemudia setelah mencoblos pemilih diwajibkan mencuci tangan pada tempat yang sudah disiapkan," lanjutnya.

Aan menerangkan, panitia pelaksana merancang pemilihan tersebut layaknya pencoblosa pada pilkada atau pemilu. Uniknya panitia yang berjumlah 10 orang menggunakan atribut pakain adat dayak sehingga semakin menambah semarak pesta demokrasi ala warga subarang RT 10.

Baca juga: Kapolres Singkawang Pastikan Kota Singkawang Aman dan Kondusif, Pasca Ledakan Bom di Makassar

Pada penghitungan suara yang di saksikan oleh kedua saksi dan calon serta tamu undangan, lanjut Aan, calon petahana zaindus unggul dari lawannya dengan perolehan 51 suara dimana lawannya Mateus Rony mendapatkan 23 suara.

Andreas Aan yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada pemilu 2019 lalu menerangkan, kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk persiapan lebih dini dalam mempersiapkan calon-calon penyelenggara Pemilu di tahun 2024 mendatang.

"Bagaimana kita belajar dari dini sebagai penyelenggara agar siap jika mendapat kepercayaan untuk menjadi penyelenggara karena pemilu serentak nanti sangat membutuhkan banyak sumber daya dan minimal, siap kerja dengan pengalaman yang sudah ada," terangnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari tersebut tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan dimana semua tamu dan masyarakat wajib memakai masker dan menjaga jarak.

Hadir dalam udangan tersebut, Ketua LPM Yohanes Endi, Lurah Nyarumkop yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Hartaya, Ketua RT 11 yang baru saja terpilih dan ketua RT 05 serta tokoh masyarakat dan calon pemilih yang terdaftar di DPT. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved