Breaking News:

Kabar Gembira! Santri yang Mudik ke Kalbar Tak Perlu Swab PCR, Tapi Harus Penuhi Syarat Ini

Para santri yang akan pulang jelang bulan Ramadhan atau hari raya Idul Fitri mendatang, hanya cukup memiliki surat bebas Covid-19 berdasarkan tes swab

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
ILUSTRASI - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat melakukan pemeriksaan swab test PCR bagi guru dan swab rapit tes antigen bagi siswa SMK, SMA baik Negeri maupun swasta di Kalimantan Barat yang melakukan belajar tatap muka sejak 22 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabar gembira untuk para santri yang akan mudik ke Kalimantan Barat, melalui bandar udara maupun kapal laut.

Mereka yang diperkirakan berjumlah 3 ribu orang dari pondok pesantren di Pulau Jawa, tak perlu menyertakan surat bebas Covid-19 berdasarkan swab polymerase chain reaction (PCR).

Para santri yang akan pulang jelang bulan Ramadhan atau hari raya Idul Fitri mendatang, hanya cukup memiliki surat bebas Covid-19 berdasarkan tes swab antigen.

 “Iya. Di bandara asal, santri dan santriwati dapat hanya menunjukkan surat bebas Covid-19 swab antigen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson kepada wartawan, Jumat 26 Maret 2021.

Kendati demikian, lanjut Harisson, di bandara asal, santri tersebut harus juga menunjukkan kartu santri atau surat dari pondok pesantren yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah santri di pondok pesantren tersebut.

Ketentuan persyaratan ini, tambah Harisson, hanya diberlakukan bagi santri, dan tidak berlaku bagi keluarganya.

“Jangan sampai yang bukan santri, lalu hanya pakai antigen, bisa terbang ke Kalbar,” tegas Harisson.

Baca juga: BREAKING NEWS - Rekor Baru Penambahan Kasus Konfirmasi Covid-19, Didominasi Kluster Gowes dan BPN

Surati maskapai

Harisson menerangkan, terkait kebijakan tersebut, pihaknya telah menyurati seluruh maskapai penerbangan dan seluruh pihak terkait, termasuk kepolisian, TNI, serta coordinator santri di tiap daerah.

“Maskapai penerbangan dilarang membawa penumpang yang tidak dapat memenuhi syarat kartu santri atau surat keterangan pondok pesantren dan swab antigen,” jelas Harisson.

Halaman
12
Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved