Breaking News:

Rekor Covid 19 di Sintang

Strain Kluster Gowes Ganas, Bupati Jarot Imbau Terapkan Mikro Lockdwon Tingkat RT

Mutasi genetik virus sudah terjadi. Kluster Gowes ini termasuk ganas. Ada yang langsung meninggal dunia, ada yang kena langsung sesak nafas

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Bupati Sintang, Jarot Winarno menjabarkan angka kenaikan kasus covid-19 di Kabupaten Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Total kasus konfirmasi corona di Kabupaten Sintang, mencatat rekor tertinggi sepanjang pandemi Covid-19.

Kasus kumulatif mencapai 94 kasus konfirmasi pada minggu keempat bulan Maret 2021.

Kasus konfirmasi terbanyak didominasi kluster Gowes dan BPN, totalnya mencapai 35 orang.

Sisanya, kluster rumah ibadah dan umum. Hingga kini, masih ada 139 pasien konfirmasi corona yang masa perawatan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Rekor Baru Penambahan Kasus Konfirmasi Covid-19, Didominasi Kluster Gowes dan BPN

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan virus corona telah terjadi mutasi hingga memunculkan varian baru yang menyebabkan strain lebih ganas.

Termasuk pada kasus konfirmasi kluster Gowes.

“Mutasi genetik virus sudah terjadi. Kluster Gowes ini termasuk ganas. Ada yang langsung meninggal dunia, ada yang kena langsung sesak nafas," tuturnya.

"Kemudian mingu lalu juga ada kasus yang masuk rumah sakit ndak mampu kita tolong meninggal dunia. Sehingga ada kemungkinan bahwa, strain corona yang masuk sintang ini sudah bervariasi, mulai jinak sampai ganas,” ungkap Jarot.

Dengan melihat peningkatan kasus konfirmasi corona ini, Bupati Jarot mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dalam proteksi diri dengan langkah 5 M.

“Melihat situasi seperti ini, kita akan segera mengetatkan PSBB kita. Kita akan ketatkan, jam oprasional mana yang tutup dan kita sekaligus memanfaatkan momentum bulan suci ramadan," katanya.

Baca juga: Kasus Konfirmasi Corona Melonjak, RSUD Sintang Tambah Ruang Perawatan

"Kemudian lagi, kita juga mengimbau pada masyarakat, untuk bisa melakukan micro lockdwon, pada komplek pada RT, yang kasusnya cukup banyak. RT RW bisa mengatur membatasi keluar masuk orang. Kalau ada pendatang baru, dari pontianak dimonitor, kalau timbul gejala segera diperika,” pinta Jarot.

Dengan ditemukan 94 kasus konfirmasi baru dalam sepekan, Jarot meminta agar seluruh masyarakat membatasi mobilisasi dan memperketat protokol kesehatan.

“Anda bayangkan, ini kita pertama kali dalam satu minggu ditemukan 94 kasus. Ini luar biasa. Pelajaran kita petik adalah, satu bahwa 5 M harus kita terapan dan tegakan. Memakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menghindari kerumunan, kemudian mengurangi mobilitas, keluyuran dikurangi,” pintanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved