Selalu Gagal Daftar Kartu Prakerja? Cek Kelompok Orang Dilarang jadi Peserta Kartu Prakerja 2021

Dijelaskan Kartu Prakerja tidak bisa diberikan kepada penerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Penulis: Rizky Zulham | Editor: Rizky Zulham
Instagram/@prakerja.go.id
Selalu Gagal Daftar Kartu Prakerja? Cek Kelompok Orang Dilarang jadi Peserta Kartu Prakerja 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Selalu gagal daftar Kartu Prakerja dan tidak pernah lolos seleksi Kartu Prakerja?

Sebelum mendaftar seleksi Kartu Prakerja, sebaiknya terlebih dahulu tentang beberapa hal penting berikut ini.

Program Kartu Prakerja adalah program bantuan yang diprioritaskan bagi para pekerja yang terkena dampak langsung dari pandemi virus corona (Covid-19).

- Calon pemilik Kartu Prakerja, hanya berasal dari kalangan Warga Negara Indonesia (WNI)

- Usia minimal untuk mendaftar Kartu Prakerja adalah 18 tahun

- Para penerima Kartu Prakerja juga harus dari kalangan yang tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Baca juga: Cara Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 16, Pendaftaran Prakerja Gelombang 16 Buka Hari Ini

Selain itu, masyarakat yang NIK sudah terdaftar di Kementerian Sosial maupun Kementerian Pendidikan dipastikan tidak bisa ikut mendaftar.

Hal ini pernah diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia menjelaskan Kartu Prakerja tidak bisa diberikan kepada penerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Seperti penerima subsidi upah (gaji), banpres produktif mikro, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), dan penerima Kartu Prakerja yang sudah menerima di tahun 2020," jelas Airlangga dikutip dari Kompas.com.

Airlangga pun menjelaskan, penerima Kartu Prakerja pun dibatasi hanya untuk dua orang dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Ia menjelaskan pada semester I-2021, program Kartu prakerja masih dijalankan dengan skema semi bansos.

Baca juga: JADWAL Pengumuman Hasil Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 16 & Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 17

Peserta akan mendapatkan bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, dengan insentif pelatihan sebesar Rp 600.000 yang diberikan setiap bulan dalam empat bulan.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan insentif pasca-survei masing-masing Rp 50.000 senilai Rp 150.000.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved