Breaking News:

PT. PNM Cabang Pontianak Jalin Kerja Sama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Dengan Kejati Kalbar

PT. Permodalan Nasional Madani  (Persero) Cabang Pontianak melaksanakan perjanjian kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kalbar).

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Penandatanganan kerja sama antara PT. PNM (Permodalan Nasional Madani) Cabang Pontianak dengan Kejaksaan Tinggi Kalbar terkait bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Selasa 23 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT. Permodalan Nasional Madani  (Persero) Cabang Pontianak melaksanakan perjanjian kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kalbar).

Bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar, Perjanjian Tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara ini ditanda tangani langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Dr. Masyhudi, SH., MH., dan Puji Santoso Pemimpin Cabang PT. PNM (Persero) Pontianak.

PT. PNM (Persero) sendiri merupakan Lembaga keuangan non bank milik pemerintah, yang bergerak  di bidang pembiayaan usaha mikro, kecil menengah (UMKM).

Baca juga: Kejati Kalbar Pastikan Hoax, Informasi Tentang Jaksa Terima Suap Kasus Habib Rizieq Shihab

Pemimpin Cabang PT.PNM (Persero) Pontianak Puji Santoso menjelaskan, PT. PNM Cabang Pontianak saat ini memiliki 62.500 nasabah di seluruh wilayah Kalimantan Barat, yang tersebar di 21 cabang Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan 11 Unit Layanan Modal Mikro di Kalbar, dengan total pembiayaan aktif mencapai 224 milyar rupiah.

Dengan jumlah nasabah sebesar itu, serta jumlah pembiayaan aktif mencapai ratusan Milyar rupiah, pihaknya menyadari masih memiliki keterbatasan dan kekurangan dalam mengoptimalkan penyelesaian pembiayaan bermasalah, sebagai langkah menjaga dan memelihara aset.

Untuk saat ini, terdapat 64 nasabah dengan total pembiayaan 2,7 milyar rupiah masuk dalam kategori kurang lancar, diragukan, dan macet. kemudian sebanyak 138 nasabah tutup buku dengan nilai total mencapai 2,4 milyar.

Oleh sebab itu, PT. PNM.(Persero) berharap, dengan kerja sama ini dapat mengoptimalkan penyelesaian masalah atas nasabah - nasabah tersebut, dan pihak  Kejaksaan dapat memberi pendampingan hukum yang tepat kepihak PT. PNM.

"Harapan kita, dengan kerja sama ini, mitra - mitra kita yang kategorinya bermasalah, macet, itu bisa kita lakukan pendekatan melalui kejaksaan Tinggi, seperti pendamping terhadap masalah hukum perdata, dan sebagainya, sehingga, total nilai 5,1 Milyar rupiah itu bisa tertangani dengan baik, karena tugas kita BUMN juga berupaya menjaga aset yang ada,"tuturnya berharap.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Masyhudi menyampaikan, dengan kerja sama ini pihak kejaksaan siap memberikan pendampingan hukum kepada PT.PNM Cabang Pontianak terkait permasalahan hukum perdata maupun tata usaha negara, dan ini ditegaskannya diperkenankan dalam undang - undang.

"Kejaksaan Sebagai pengacara Negera, siap menindaklanjuti persoalan yang ada, dimana kejaksaan dapat berperan dalam penegakan hukum, baik perdata maupun tata usaha negara,"ujar Masyhudi.

Dalam proses pendampingan hukum, ditegaskan Kajati, Jaksa akan bersikap profesional,  tidak menerima fee, alias proses pendampingan ini gratis.

"Selain itu, kita akan mewakili secara all out, artinya bila kita mewakili satu instansi, maka tidak akan bermain mata dengan pihak lawan, hal ini tidak mungkin dilakukan, kami akan tetap fokus melakukan pendampingan secara profesional,"jelasnya.

Dengan kerja sama ini, Masyhudi juga berharap dapat mendukung Visi Misi PT. Permodalan Nasional Madani untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan usaha masyarakat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved