Breaking News:

Mgr Agustinus Misa 100 Hari Alm Fransiskus Tjamang, Ingatkan Kematian Jalan Menuju Hidup Kekal

Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, mengatakan justru hanya dengan kematian manusia dapat masuk dalam kehidupan yang kekal dan abadi.

Penulis: Stefanus Akim
Editor: Stefanus Akim
IST/Komsos KAP
USKUP Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mempersembahkan misa memperingati 100 hari almarhum Fransiskus Tjamang di Sekadau, Sabtu malam, 20 Maret 2021. 

CITIZEN REPORTER

Oleh: Samuel | Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Siapa sangka orang sehat dalam sekejap mata dipanggil Tuhan? Ada yang sakit bertahun-tahun tapi tak juga dipanggil oleh Tuhan. Ada juga kejadian orang yang berpergian dengan kondisi sehat bisa juga dipanggil karena peristiwa kecelakaan atau yang lain sebagainya.

Banyak hal yang bisa menjadi faktor pemicu kematian. Sebagai insan yang percaya dengan Tuhan Yesus Kristus, dalam terang iman ketakutan akan kematian berubah menjadi persiapan untuk menuju hidup yang kekal.

Hal itu dikatakan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, pada misa memperingati 100 hari Almarhum Fransiskus Tjamang yang merupakan keluarga dekat (sepupu) dari Mgr Agustinus Agus di Sekadau, Sabtu malam, 20 Maret 2021.

Dalam misa itu, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, mengatakan justru hanya dengan kematian manusia dapat masuk dalam kehidupan yang kekal dan abadi.

Misa malam itu dipimpin oleh Mgr Agustinus Agus didampingi oleh RP Sabinus Lohin CP dan RD Agustinus Rian, seorang pmam Diosesan Keuskupan Sanggau.

“Mgr Agustinus Agus menambahkan, rumus iman Katolik yang tertuang dalam doa Aku Percaya. Aku Percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus, Persekutuan Para Kudus, Pengampunan dosa, Kebangkitan Badan, dan Hidup Kekal. Amin.”

Uskup Agung Pontianak menambahkan, kebangkitan badan dan hidup kekal merupakan kunci keyakinan dan sekaligus modal iman yang harus diingat dan direnungkan sebagai penguatan diri dalam setiap peristiwa yang pengikut kristus alami.

Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengungkapkan setiap momen yang telah manusia lalui merupakan bukti dari jejak iman dan peristiwa hidup.

“Untuk itu, mendoakan orang yang sudah dipanggil oleh Tuhan adalah kewajiban dari kita yang masih hidup didunia ini,” ujarnya.

Dasar dari argumen tersebut Mgr Agustinus Agus kuatkan dengan menyatakan bahwa orang mati tidak akan bisa mendoakan orang mati, untuk itu manusia yang hiduplah yang mendoakan mereka yang sudah meninggal.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved