Breaking News:

Wagub Kalbar Apresiasi Kabupaten Sanggau dalam Peningkatakan IPM di bidang Pendidikan 

Ia mengatakn dengan adanya pendidikan-pendidikan yang dibangun di Kabupaten Sanggau diharapkan bisa mendongkrak IPM di Kabupaten Sanggau.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wagub Kalbar saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sanggau Tahun 2022, Senin 22 Maret 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan mengapresiasi Kabupaten Sanggau dari segi indikator peningkatan IPM dalam gencarnya pembangunan lembaga-lembaga pendidikan di Sanggau.

Ia mengatakn dengan adanya pendidikan-pendidikan yang dibangun di Kabupaten Sanggau diharapkan bisa mendongkrak IPM di Kabupaten Sanggau.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah," ujarnya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sanggau Tahun 2022, Senin 22 Maret 2021. 

Baca juga: Isra Miraj, Ria Norsan Ajak Umat Muslim Makmurkan Masjid

Mantan Bupati Mempawah itu juga menyampaikan bahwa dengan kegiatan RKPD ini, Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat, menyepakati untuk berupaya bersama dalam meningkatkan nilai IPM serta memperbaiki peringkat di tahun 2022 mendatang. 

"Harapan kita akan bisa meningkatkan IPM dengan pertumbuhan ekonomi. Apalagi dengan kondisi Covid-19 ini, mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kita meningkat," ucapnya.

Wagub Ria Norsan mengatakan dokumen RKPD yang disusun selain untuk memenuhi amanat peraturan perundang-undangan juga bertujuan untuk menjadi dokumen yang berisikan langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan aktual di daerah dan mengakomodir berbagai harapan masyarakat. 

“Yang lebih terpenting lagi (RKPD) sebagai penjabaran operasional dari visi pembangunan kepala daerah," ujar H. Ria Norsan.

Kemudian ia berpesan kepada Bappeda dalam menyusun rancangan induk pembangunan ke depan, data yang digunakan harus valid. 

Baca juga: Audiensi dengan Wagub Kalbar, Ketua PGRI Provinsi Kalbar Bahas Terkait TPP Guru di Kalbar

Menurut H. Ria Norsan, Bappeda harus berusaha untuk memeriksa terlebih dahulu kabsahan data yang digunakan dalam menyusun dokumen RKPD.

"Makanya, Bappeda itu harus berupaya supaya data itu tidak salah. Datanya harus valid," tegas dia.

Ria Norsan juga meminta agar Kabupaten Sanggau juga memprioritaskan dua hal yakni dalam penanganan Covid-19 dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.  

Predikat terbaik yang diterima pemerintah provinsi atas dua hal tersebut, tidak lepas dari dukungan kabupaten/kota di Kalbar.

"Karena dua hal itu, Kalbar dianggap terbaik. Oleh karena itu, memprioritaskan penanganan Covid-19 dan karhutla sebaik-baiknya dengan melibatkan Forkorpimda," pinta dia.

Wagub menambahkan, terkait dengan pencapaian visi dan misi pembangunan Kalimantan Barat dalam RPJMD perubahan tahun 2018-2023, terhadap 4 indikator makro pembangunan.

Empat indikator tersebut adalah Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Penurunan Presentasi Jumlah Penduduk Miskin, dan Penurunan Presentasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved