Breaking News:

Martin Letakkan Batu Pertama Pembangunan Dua Gereja di Simpang Hulu

Pada kesempatannya Bupati mengatakan tahun 2021 Pemda Ketapang menganggarkan dana hibah untuk pembangunan gereja Paroki Santo Yohanes Rasul Balai Sema

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Ketapang Martin Rantan Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Dua Gereja Katolik di Kecamatan Simpang Hulu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Bupati Ketapang, Martin Rantan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph Meramban Desa Kualan Hilir dan Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Rasul Balai Semandang Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang Jumat 19 Maret 2021.

Pada kesempatannya Bupati mengatakan tahun 2021 Pemda Ketapang menganggarkan dana hibah untuk pembangunan gereja Paroki Santo Yohanes Rasul Balai Semandang Rp 5 miliar dan Paroki Santo Yosef Rp 2 miliar.

"Pembinaan dan pembangunan di bidang keagamaan mempunyai kedudukan peranan penting sebagai bagian integral dari upaya peletakan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah," kata Bupati pada rilis yang diterima Tribun, Senin 22 Maret 2021.

Penganggaran dana hibah tersebut lanjut Martin, merupakan bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Ketapang di bidang keagamaan. 

Baca juga: Tedi, Pesebakbola Asal Ketapang Kalbar Optimis Lolos Seleksi Timnas U-19 Indonesia

Ia menilai, tidak hanya umat Katolik, tapi juga untuk seluruh agama yang ada di Kabupaten Ketapang. 

"Pemerintah Ketapang juga memberikan hibah bidang keagamaan kepada agama lainnya, seperti masjid, mushola, pura, wihara dan lainnya," jelasnya.

Martin juga mengingatkan, terhadap panitia agar bekerja dengan baik dalam pengelolaan dana hibah sesuai peruntukan yang telah direncanakan dalam usulan proposal sebelumnya. 

"Kita berharap di kemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi harus berurusan dengan hukum. Saya berpesan, kelolalah bantuan ini dengan baik, secara transparan dan dapat dipertanggung jawabkan," pesannya.

Lebih lanjut, dengan dibangunnya dua gereja di Simpang Hulu ini diharapkan semakin meningkatkan semangat umat Katolik untuk beribadah dan mengembangkan fungsi gereja sebagai tempat liturgi, pewartaan, pelayanan, persekutuan dan kesaksian.

"Dengan demikian, keberadaan gereja akan mampu membawa kesejukan dan kedamaian di tengah masyarakat. Terlebih gereja dituntut berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. Gereja merupakan representasi umat Katolik dalam masyarakat," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved