Breaking News:

INFO BARU Konsulat Malaysia di Pontianak Akan Bantu Fasilitasi WNI yang Ingin Berobat ke Kuching

Konsul Malaysia di Pontianak, Mohiuddin Ghazali telah kengadakan diskusi bersama wakil-wakil dari Rumah Sakit Malaysia yang berkantor di Pontianak, Se

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Konsul Malaysia di Pontianak, Mohiuddin Ghazali 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Konsulat Malaysia akan membantu untuk memfasilitias WNI khsusnya di Kalbar yang ingin berobat ke Khucing. Namun tentu sesuai aturan yang berlaku dan memprioritaskan pasien yang mempunyai keluhan berat.

Konsul Malaysia di Pontianak, Mohiuddin Ghazali telah kengadakan diskusi bersama wakil-wakil dari Rumah Sakit Malaysia yang berkantor di Pontianak, Senin 22 Maret 2021.

Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut membahas berkenaan dengan isu pasien Warga Negara Indonesia yang ingin ke Kuching karena sudah setahun lebih sejak pandemi tidak dapat masuk ke Kuching.

Baca juga: Penanganan Covid-19 di Perbatasan, Satgas Yonif 642 Laksanakan Pengawasan Terhadap PMI dari Malaysia

“Maka saya adakan perjumpaan untuk menjelaskan prosedurnya agar dapat di fasilitasi siapa yang mau berobat ke Kuching untuk bisa dibantu,” ujarnya.

Walau bagaimanapun dikatakannya hal tersebut tetap harus sesuai aturan dan syarat yang telah ditetapkan oleh Kerjaaan Serawak Malaysia.

“Aturan khusus sekarang mereka yang ingin berobat ke Kuching memerlukan surat dari dokter khusus pasien yang mempunyai sakit jantung, kanker dan lainnya. Nanti wakil dari perkantoran akan mengajukan permohonan kepada Serawak,” jelasnya.

Ia mengatakan kalau untuk perawatan normal biasa belum boleh hanya untuk penyakit kritikal saja. Maka dari itu akan dibantu untuk memfasilitasi pasien yang ingin berobat.

Mengenai pasien pulang dari Serawak, dikatakannta pasti akan di fasilitasi PCR namun peraturan di perbatasan di Kalbar tentu dibawah aturan Kalbar atau Satgas Perbatasan.

“Jadi ada empat RS perwakilan Malaysia di Pontianak Kalbar. Di Malaysia sekolah sudah mulai buka pada April dan mahasiswa dari negara asing juga diperbolehkan masuk,”ujarnya.

Ia mengatakan terkait pasien yang ingin masuk ke Kuching akan dilihat permhonanannya karena memang tidak banyak yang diluluskan.

“Memang kita akui saat pandemi ada penurusan besar terhadap pasien yang datang selama pandemi,”pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved